FPI Bantu Warga Korban Penggusuran Rezim Ahok - Jurnal Ummah
Load more

FPI Bantu Warga Korban Penggusuran Rezim Ahok

Shares ShareTweet

Para relawan Front Pembela Islam (FPI) saat membantu para warga yang menjadi korban penggusuran di Jakarta. Aktifitas FPI ini sama sekali tak pernah terdengar dalam pemberitaan media massa. (Foto: Istimewa)
JAKARTA -- Di Indonesia, siapa yang tidak mengenal Front Pembela Islam (FPI). Ya, organisasi massa yang satu ini dalam pemberitaan baik media televisi, cetak maupun online selalu diidentikkan dan dipersepsikan sebagai kelompok massa radikal, bengis, urakan, dan sering melakukan pengrusakan. Tetapi fakta yang sebenarnya apakah demikian?

Tanpa adanya riak pemberitaan yang riuh di berbagai media massa, FPI melakukan gerakan amal sosial kepada para nelayan korban penggusuran Luar Batang, sekitar teluk Jakarta. Para warga Luar Batang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan di teluk Jakarta, dengan pendapatan yang jauh dari kata cukup.

Seperti di ketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) mengeluarkan kebijakan menggusur semua pemukiman warga di sepanjang Teluk Jakarta. Mayoritas warga yang terkena gusur adalah para nelayan dengan kehidupan ekonomi yang sangat miskin.

Akibat penggusuran, kini ribuan para keluarga nelayan hidup terkatung-katung tak menentu. Saat menjenguk para korban penggusuran Luar Batang Penjaringan, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, memberikan bantuan senilai Rp100 Juta kepada warga. Mendapatkan bantuan tersebut, masyarakat pun menyambutnya dengan pekik takbir keharuan.

Selain memberikan bantuan tunai FPI juga membuka posko kemanusiaan, karena banyaknya orang tua dan anak-anak yang jatuh sakit. Bahkan ada beberapa wanita hamil tua yang sedang menunggu hari melahirkan, sehingga membutuhkan bantuan. Posko kemanusiaan dikomandoi Imam FPI Jakarta, Habib Muhsin bin Zaid Alattas.

Karena sumber mata pencaharian terganggu, kini para warga korban penggusuran juga mulai krisis makanan dan minuman, relawan FPI jun bersigap membangun dapur umum untuk membantu kebutuhan makan dan minum para warga.

Mendapatkan bantuan dari para relawan FPI, para warga menyatakan sangat senang, dan  menyambut kedatangan Rombongan FPI dengan antusias. Banyak dari para warga yang curhat melaporkan segala penderitaan mereka. 

Menggusur Tanpa Belas Kasihan

Gubernur keturunan Cina, Ahok menggusur pemukiman warga di kawasan Luar Batang dengan bantuan Polri dan TNI. Aparat dengan tanpa belas kasihan merubuhkan dan meluluh-lantakkan rumah-rumah dan warung-warung warga miskin di wilayah tersebut.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, saat menjenguk dan memberikan bantuan kepada para nelayan yang menjadi korban penggusuran di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Sejak terjadinya penggusuran biadab terhadap masyarakat miskin Luar Batang di Penjaringan pada tanggal 11 April 2016, banyak warga korban penggusuran bertahan di lokasi dengan tinggal di perahu-perahu milik mereka.

Padahal, saat pilkada gubernur DKI Jakarta sebelumnya dengan menampilkan salah satu kandidat pasangan Joko Widodo - Ahok, Jokowi sempat membuat kontrak politik, berjanji tidak akan pernah menggusur pemukiman warga di kawasan Luar Batang, disebabkan adanya kompleks masjid keramat yang dianggap selama ini sebagai sebuah kawasan cagar budaya.

Namun, seperti kebiasaan dua tokoh ini yang selalu mengingkari janjinya, Ahok tetap menggusur Luar Batang yang menjadikan para warga sebagai gelandangan baru di ibukota negaranya sendiri.

Dan, bantuan yang diberikan para pasukan relawan FPI pun, tetap bisu dalam pemberitaan media massa nasional di negara ini. FPI akan tetap disiarkan sebagai kelompok perlawanan radikal yang bodoh dan urakan oleh media massa, yang umumnya sudah dikuasai para pengusaha non-muslim dan para cukong Cina sebagai pemilik modal, yang sangat anti Islam.

Lalu bagaimana dengan kode etik media massa yang mengharuskan setiap wartawan menyampaikan berita dengan jujur, adil dan independen? sepertinya khusus untuk kasus FPI, para wartawan dipersilahkan menutup mata, dan kode etik media bisa dibuang ke tengah lautan Jakarta. (*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER