Indonesia Akhirnya Berhasil Buka Konsulat di Palestina - Jurnal Ummah
Load more

Indonesia Akhirnya Berhasil Buka Konsulat di Palestina

Shares ShareTweet

Indonesia membuat langkah nyata membantu rakyat Palestina dengan membuka Kosulat Kehormatan di Kota Ramallah. Diharapkan pembukaan Konsul RI dapat meningkatkan perekonomian kedua negara. (Foto: istimewa)
"Salah satu fungsi konsulat Ramallah adalah untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan sosial budaya,"
RAMALLAH -- Indonesia Berharap pembukaan Konsulat Kehormatan RI di Kota Ramallah Palestina dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa Palestina terutama dalam bida ekonomi.

Berikut kelanjutan perkembangan hubungan Indonesia - Palestina setelah dibukanya konsul RI di Ramallah;

Konsul RI Sebuah Bukti Nyata

Pemerintah Indonesia mengatakan penunjukan Konsul Kehormatan Indonesia untuk Palestina, Maha Abu-Shusheh, membuktikan progres nyata Indonesia dalam mendukung kedaulatan Palestina.

"Saya kira ini progres yang sangat maju dari perjalanan Indonesia dalam kaitannya mendukung Palestina," kata Staf Khusus Presiden bidang komunikasi Johan Budi SP.

Menurut Johan, pelantikan tersebut merupakan komitmen Indonesia dalam menentang penjajahan Israel di tanah Palestina.

"Menlu tentu membawa misi presiden ke sana dan ini bentuk komitmen pemerintah Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina," tegas Johan.

Mengapa Konsul Dan Bukan Konjen?

Kementerian Luar Negeri Indonesia memberikan penjelasan mengapa Indonesia memilih membuka Konsulat Kehormatan (Konhor) di Palestina, dan bukan Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal di sana. Alasan utamanya adalah akses.

Untuk memasuki Ramallah dibutuhkan izin dari pemerintah Israel, karena semua perbatasan Palestina dikontrol oleh pemerintah Israel. Sedangkan untuk mendapatkan izin dari Israel dibutuhkan waktu yang sangat panjang.

"Salah satu permasalahan, lokasi Ramallah sulit diakses. Jika buka perwakilan dan menaruh orang Indonesia di sana, susah," kata juru bicara Kemlu Arrmanantha Nassir.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi saat bertemu perwakilan Palestina (Foto: istimewa)
"Kalau Konhor lebih mudah, karena orang lokal. Untuk dapat izin masuk makan waktu dua sampai tiga bulan. "Paling efektif konhor, karena dia punya akses ke pemerintah Palestina dan KBRI kita di Amman," sambungnya.

Tingkatkan Ekonomi Palestina

Arrmanatha Nasir menjelaskan konsulat di Ramallah, Palestina, dapat meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dan Palestina.

"Salah satu fungsi konsulat Ramallah adalah untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan sosial budaya," katanya.

Selain itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi juga telah menginformasikan adanya "Trade Expo" pada Oktober 2016, yang biasanya diadakan setiap tahun.

Bahkan, Indonesia saat ini telah berhasil memasukkan 15 kontainer mi instan ke wilayah Tepi Barat, Palestina. Sepanjang 2012 hingga 2015, peningkatan volume perdagangan dua negara mencapai 300 persen.

"Kemarin saya bicara dengan importir 'eastern noodle' ke Palestina, jadi wilayah West Bank bisa dibayangkan satu contoh Indonesia ekspor 15 kontainer 'instant noodle' ke West Bank," ucapnya.

Menlu Retno berpesan agar dapat memastikan ada pengusaha Palestina datang ke Indonesia bahkan semakin banyak yang datang untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara.(*)

Sumber: Antara/Sindo/Merdeka

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER