Rayakan Takbiran, Ribuan Umat Turun ke Jalan Lawan Larangan Ahok - Jurnal Ummah
Load more

Rayakan Takbiran, Ribuan Umat Turun ke Jalan Lawan Larangan Ahok

Shares ShareTweet

Umat Islam di seluruh Provinsi DKI Jakarta tetap melakukan takbiran keliling wilayah Jakarta, meski sebelumnya sudah ada peringatan keras dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok), yang melarang umat Islam melakukan takbiran dengan ancaman akan 'dipolisikan'. Namun umat Islam Jakarta yang dikomandoi ormas FPI menyatakan akan melawan himbauan Ahok tersebut walau apapun konsekuensinya. (Foto: Istimewa)
"Malam ini menjadi bukti bahwa Ummat Islam dalam menegakkan syiar takbiran tidak seperti yang di persepsikan, dengan jumlah puluhan ribu, umat Islam tetap rapi, tertib dan teratur, serta menjaga kondusifitas. Oleh karena itu, umat Islam tidak akan pernah diam jika ada yang coba-coba melarang dan menjegal syiar takbiran,"
JAKARTA -- Walaupun mendapatkan peringatan keras dari pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok), yang melarang umat Islam melakukan takbiran keliling Jakarta, umat Islam pribumi di seluruh DKI Jakarta merasa tak gentar, bahkan para warga pribumi justru menantang dengan melakukan takbiran melawan larangan gubernur keturunan Cina itu.

Hal ini dibuktikan oleh umat Islam di seluruh wilayah Jakarta dengan melakukan takbiran yang dikomandoi organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) pusat. Takbiran akbar tersebut dipimpin langsung oleh Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab. Dengan titik awal start dari Markaz Syariah FPI Petamburan.

Puluhan ribu umat Islam dari berbagai kalangan dan pelbagai tingkatan usia dengan aneka ragam kendaraan, mengikuti takbir keliling Ibu Kota Jakarta, bersama Imam Besar FPI yang didampingi seluruh jajaran pengurus DPP FPI dan DPD FPI DKI Jakarta, serta jajaran Pimpinan Laskar FPI tingkat Pusat mau pun Daerah Jakarta, termasuk Pimpinan Sayap Juang FPI seperti LDF, FMI, MPI, LIF, BAT, BIF, dan organisasi massa lainnya.

Perjalanan takbir keliling berjalan lancar dan semarak penuh kebahagiaan. Di sepanjang rute yang dilalui banyak disambut oleh masyarakat yang keluar dari gang-gang Ibu Kota. Dan para peserta dengan tertib mengikuti Rute dari Petamburan - Slipi - Semanggi - Cawang - Otista - Kp. Melayu - Matraman - Salemba - Senen - Gn.Sahari - Mangga Dua - Beos Kota - Glodok - Hayam Wuruk - Harmoni - Istana - MONAS - Merdeka - Harmoni - Tomang - Slipi - Petamburan.

Aparat Kepolisian Polda Metro Jaya pun koperatif dan santun mengawal dan menjaga kelancaran acara, sehingga berjalan tertib dan aman sejak jam 20 hingga jam 24 tengah malam, Rabu, 6 Juli 2016.

Banyak peserta dan masyarakat di sepanjang jalan yang hanyut dalam sukacita dan haru biru, karena sejak lama mereka rindu suasana malam takbiran yang hangat dan semarak penuh ceria bahagia sebagaimana Tradisi Nusantara selama ini.

"Malam ini menjadi bukti bahwa Ummat Islam dalam menegakkan syiar takbiran tidak seperti yang di persepsikan, dengan jumlah puluhan ribu, umat Islam tetap rapi, tertib dan teratur, serta menjaga kondusifitas. Oleh karena itu, umat Islam tidak akan pernah diam jika ada yang coba-coba melarang dan menjegal syiar takbiran,"
Himbauan yang dibuat sejumlah ormas Islam untuk merayakan malam takbiran walau mendapat larangan dari Gubernur China, Ahok.
Tidak lupa, ucapan terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang mengawal terlaksannya Takbiran Akbar Ini, terutama untuk juga Polda Metro Jaya yang senantiasa mengawal terlaksananya Acara ini," kata Habib Rizieq saat berorasi di depan puluhan ribu umat Islam yang mengikuti Takbiran Keliling Jakarta.

Melihat antusias masyarakat DKi Jakarta yang begitu tinggi mengikuti acara takbiran tersebut, FPI berencana akan menjadikan Takbiran Keliling menjadi agenda rutin setiap tahun. "Insya Allah ini Akan menjadi Agenda Tahunan yang membawa kepada Jakarta yang berkah," ujar Habib Rizieq.

Ahok Larang Umat Islam Lakukan Takbiran Keliling

Sebelumnya, Sebelumnya Gubernur Ahok, melalui Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengimbau warga Jakarta tidak melakukan konvoi pada malam takbiran. "Untuk takbiran kita imbau tidak melakukan takbiran keliling, apalagi dengan menggunakan petasan, lebih baik takbiran di wilayah masing-masing," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2016).

Djarot menyatakan polisi dan petugas satuan polisi pamong praja akan berpatroli mencari masyarakat yang melakukan konvoi di malam lebaran. Petugas keamanan di lapangan, ucap Djarot, akan meminta masyarakat dari luar Jakarta yang hendak ke Jakarta diminta untuk balik arah, bila melakukan konvoi ke Jakarta. 

"Kalau perlu penumpangnya diturunkan. Kita akan suruh balik ke daerahnya masing-masing, misal dari Depok, Bogor, Tangerang, dan kota Bekasi (yang konvoi ke Jakarta)," imbuh Djarot.

Sedangkan Gubernur Basuki alias Ahok menanggapi sinis aksi yang dilakukan para pemuda FPI dan umat Islam di DKI Jakarta tersebut. Ia justru kembali menyinggung status FPI sebagai organisasi masyarakat. 

"Memang FPI resmi ya? Resmi tidak sih ormasnya?" kata Basuki, di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (4/7/2016). "Takbiran tidak usah pakai nama FPI dong. Takbiran, takbiran saja," kata Basuki, sinis. [*JU]

*Dari berbagai sumber

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER