Donald Trump Tuduh Obama dan Hillary Pendiri Teroris ISIS - Jurnal Ummah
Load more

Donald Trump Tuduh Obama dan Hillary Pendiri Teroris ISIS

Shares ShareTweet

Keterlibatan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam mendirikan kelompok teroris ISIS kembali diperkuat pernyatan calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump. Obama dan Hillary menurut Trump tidak pernah menganggap ISIS sebagai teroris. (Foto: breitbart.com)
“(Kelompok) ISIS menghormati Presiden Obama. Ia adalah pendiri ISIS. Sedangkan yang membantu mendirikan ISIS adalah Hillary Clinton,”
SUNRISE -- Pertarungan politik di Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden di negara adidaya itu, kini semakin memanas. Kubu Partai Demokrat dan Partai Republik saling mengumbar kelemahan masing-masing lawannya, yang bahkan terkadang menyentuh sejumlah rahasia negara itu.

Seperti yang dilontarkan calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, dia memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Pasalnya, Trump menyebut Presiden AS, Barack Obama sebagai pendiri kelompok ISIS.

Pernyataan ini disampaikan oleh Trump ketika ia sedang berkampanye di Kota Sunrise, Florida. Kampanye itu sendiri diadakan pada Rabu 10 Agustus waktu setempat di BB&T Center.

“(Kelompok) ISIS menghormati Presiden Obama. Ia adalah pendiri ISIS. Sedangkan yang membantu mendirikan ISIS adalah Hillary Clinton,” ujar Trump, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (11/8/16).

"Saya akan mengatakan pembantu pendiri (ISIL/S) adalah 'Bengkok' Hillary Clinton," kata taipan real estate selama reli di Florida.

Pada hari Kamis (11/8), ketika Trump diberitahu bahwa komentarnya tentang Daesh terdengar membakar, dia menembak kembali, "Biarkan mereka menjadi terbakar. Saya mengatakan yang sebenarnya, saya mengatakan yang sebenarnya," katanya dengan lantang.

"Dia adalah pendiri ISIS dan Hillary Clinton adalah di sana dengan dia. Dia adalah bencana sebagai senator dari New York. Yang harus Anda lakukan adalah untuk membaca posting Washington Post, yang melindungi dia sepanjang waktu, "tambahnya.

Obama Tak Pernah Menyebut ISIS Teroris

Menurut Donald Trump, salah satu bukti sederhana jika Barack Obama mendukung ISIS adalah dari penyebutan nama kelompok teroris internasional itu. Obama selama ini hanya menyebut ISIS sebagai kelompok 'pengganggu semua orang, dan bukan dengan tegas menyebutnya teroris.
Umat Islam dari berbagai negara menolak keberadaan ISIS. (foto: nbcnewyork.com)
"Dan dia menyebutnya ISIL. Dia tampaknya satu-satunya yang masih menyebutnya ISIL. Dan alasan dia menyebutnya ISIL adalah dia suka mengganggu orang," kata Trump pada afiliasi Miami NBC, Kamis (11/8).

Presiden Obama dan beberapa pejabat tinggi lainnya dari pemerintahannya ingin merujuk (menyebut) ke kelompok teroris ini sebagai ISIL, bukan sebagai ISIS, karena kebanyakan Partai Republik, seperti Trump, lakukan.

Sebelumnya Trump memang sudah pernah menyampaikan Hillary ikut bertanggung jawab atas pembentukan ISIS. Dasar klaim pernyataan capres AS tersebut adalah berasal dari kebijakan luar negeri dari Obama dan Hillary (ketika ia masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri) .

Trump mengatakan kekosongan kekuasaan di Timur Tengah yang disebabkan oleh Obama dan Hillary dengan mudah dieksploitasi oleh ISIS. Ia juga mengkritisi keputusan Obama pada 2011 yang menarik pasukan AS dari Irak, ia menyebut hal tersebut menyebabkan kekacauan di sana.

Kelompok Takfiri yang menyebut dirinya Negara Islam Irak dan Levant (ISIL), yang kemudian digambarkan sebagai Negara Islam Irak dan Suriah, atau ISIS, oleh media Barat.

Tapi di dunia Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah, kelompok ini dikenal dengan singkatan bahasa Arab: Daesh (ad-Dawlah al-Islāmiyah fī 'l-ʿIrāq wa-sh-Shām).

Teroris Daesh, banyak dari mereka awalnya dilatih oleh CIA di Yordania pada tahun 2012 untuk mengacaukan pemerintah Suriah, masih menguasai bagian dari Irak dan Suriah. Mereka telah terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah yang di bawah kendali mereka.
Daftar negara-negara yang paling besar dalam membantu keberadaan kelompok ISIS.
Mereka telah melakukan tindakan kekerasan mengerikan seperti pemenggalan publik dan penyaliban terhadap semua masyarakat, termasuk Syiah dan Sunni, Kurdi, dan Kristen. Sejak 2014, Amerika Serikat dan beberapa sekutunya telah melakukan serangan udara terhadap yang diakui posisi Daesh di Irak dan Suriah.
 
Pada tanggal 1 Agustus, Pentagon mengumumkan bahwa mereka telah memperluas perang udara terhadap Daesh ke Libya, melakukan serangan di Sirte, benteng utama Daesh di luar Irak dan Suriah.(*JU)

Sumber: Islamtimes / The Guardian

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER