Ahok Hina Al-Quran, Gelombang Protes Menyebar di Seluruh Indonesia - Jurnal Ummah
Load more

Ahok Hina Al-Quran, Gelombang Protes Menyebar di Seluruh Indonesia

Shares ShareTweet

Gelombang kemarahan Umat Islam menanggapi pelecehan Al-Quran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kini telah menyebar ke seluruh Indonesia. Umat Islam mendesak tindakan hukum yang berat terhadap gubernur keturunan Cina tersebut. (Foto: rmol)
“Kita akan serang rumah Ahok jika polisi tidak menindaklanjuti. Jika Kepolisian tidak tegas terhadap Ahok, kami sudah tidak percaya lagi kepada NKRI ini, kami akan berjihad melawan NKRI,”
JAKARTA -- Tindakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap melecehkan ayat Al-Quran, menimbulkan gelombang kemarahan di seluruh wilayah Indonesia. Rakyat marah karena Ahok dianggap telah menodai kesucian Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam.

Dalam beberapa hari saja, setelah tersebarnya video, yang menampilkan Ahok menyebut bahwa surat al-Maidah hanya membodohi dan menakut-nakuti umat Islam, agar tidak memilih pemimpin non-muslim, telah terjadi sejumlah protes yang dilakukan umat Islam di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Berikut sejumlah aksi protes yang dilakukan umat Islam terkait tindakan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Ahok;

1. Banda Aceh, NAD
Sejumlah organisasi massa, yang diantaranya dari Laskar Pembela Islam (LPI) melakukan aksi protes di depan kantor Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Panglima LPI, Tgk. Achmad Sandjy Ad Daulty melalui juru bicaranya Abu Brigade, mengancam akan menyerang rumah kediaman Ahok jika pihak kepolisian tidak juga melakukan tindakan hukum terhadap gubernur Cina tersebut.


Panglima LPI Aceh menilai apa yang dilakukan Ahok terang merupakan bentuk penghinaan dan penistaan bagi Islam. Apabila kepolisian tidak menangkap dan memproses hukum Ahok, Madar LPI Aceh siap berjihad melawan NKRI.

“Kita akan serang rumah Ahok jika polisi tidak menindaklanjuti. Jika Kepolisian tidak tegas terhadap Ahok, kami sudah tidak percaya lagi kepada NKRI ini, kami akan berjihad melawan NKRI,” kata Panglima LPI Aceh.

2. Palembang, Sumatera Selatan
Gabungan umat Islam
di Palembang, Senin (10/10), yang terdiri atas HMI, PII, KAHMI, FUI, FPI, HTI, MUI, DMI, RMI, NU, Muhammadiyah, Humanika, FMI, Sijarum dan Masika, di Sumatera Selatan mendatangi DPRD agar mengusulkan pemecatan Gubernur DKI Jakarta Ahok ke Kementerian Dalam Negeri.

Umat Islam Sumsel menilai pernyataan Ahok yang dinilai melecehkan firman Allah SWT yang termaktub dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 51. Warga juga menilai Ahok tidak mencerminkan sosok seorang panutan rakyat atau pejabat publik.

Ratusan pemuda Kalimantan melakukan aksi demonstrasi menuntut agar Gubernur Ahok untuk dihukum gantung, karena telah berani menghina dan melecehkan Al-Quran sebagai kitab suci agama Islam. (Foto: beritakalimantan.co)
Para perwakilan Ormas Islam itu kemudian diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel M Yansuri, Chairul S Matdiah dan anggota DPRD Sumsel Joncik Muhammad dan Syaiful Padli. Terkait dengan aspirasi yang disampaikan ormas Islam tersebut mereka akan menggelar rapat pimpinan bersama pimpinan fraksi-fraksi dan komisi-komisi.

3. DKI Jakarta
Gelombang protes paling keras terjadi di DKI Jakarta. Hingga kini, lebih dari dua puluh organisasi masyarakat dari berbagai elemen dan aliran, menyatakan protes keras terhadap sikap Ahok yang telah melecehkan agama Islam. Sebagian bahkan telah melaporkan tindakan Ahok tersebut kepada pihak kepolisian, dan mendesak Polri bersikap adil dalam penyelesaian kasus tersebut.

4. Yogyakarta, DIY
Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar Tabligh Akbar di titik nol (0) kilometer Jogja, sebagai bentuk kecaman terhadap pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilai melecehkan agama Islam.

Komandan Operasi KOKAM DIY Kang Darojat mengatakan, acara ini pun sebagai bentuk dukungan terhadap PP Pemuda Muhammadiyah yang telah melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya atas penistaan agama Islam dan menghina Pancasila (KUHP pasal 156a).

5. Pontianak, Kalimantan Barat
Para Pemuda Melayu Kalimantan Barat melakukan kksi demonstrasi di lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Senin (10/10). Aksi demonstrasi ini dikomandoi oleh Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalbar, dengan tuntutan tindakan hukum yang tegas terhadap Ahok yang dianggap telah menghina Umat Islam.


Aksi ini mendapat pengawalan dari AKBP Reza Pahlevi. Bukan hanya menghukum Ahok, para demonstran juga menuntut gantung Ahok. Ratusan demonstran juga meneriakkan ucapan diantaranya “gantung Ahok, mulut kotoran tak pantas jadi pemimpin," sebagai ungkapan kemarahan.

6. Mataram, NTB
Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH M Zainul Majdi, mendesak pihak kepolisian tidak berdiam diri terkait tindakan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Gubernur NTB itu juga menilai Ahok tidak perlu mencari-cari alasan dan pembenaran, karena umat Islam telah secara gamblang mengetahui tindakan pelecehan yang dilakukan Ahok tersebut.

“Semua muslim paham dan mengerti,” ungkap Gubernur NTB, Sabtu (8/10). Bahkan Majdi juga menghimbau Ahok meminta maaf dengan terbuka kepada seluruh Umat Islam, sebab masalah penistaan agama ini bukan hanya masalah warga DKI Jakarta semata, namun telah menjadi isu nasional.


Ahok Terancam Gugur dari Pencalonan

Banyaknya aksi protes yang terjadi di seluruh Indonesia, dinilai sejumlah pengamat akan dapat menggugurkan Ahok dari bakal calon gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2017 jika memang terbukti bersalah melakukan penistaan agama. Alasannya, ucapan Ahok soal surah Al Maidah dianggap sangat fatal.

Video rekaman yang tersebar di dunia maya, memperlihatkan Ahok telah menghina salah satu ayat Al-Quran.
"Ahok akan gugur jika terbukti menistakan agama. Sebab penistaan agama kan sudah termasuk delik aduan yang punya sanksi pidana. Permintaan maaf menurut saya tidak akan cukup memberi pengaruh positif kepada Ahok. Meski muslim memaafkan namun penistaan agama tetap dituntut untuk terus dilanjutkan kasusnya," kata Pengamat Politik Universitas Padjajaran, Idil Akbar, Senin (10/10).

Seperti diketahui, Gubernur Ahok dituduh melakukan penghinaan terhadap ayat suci Al-Quran dalam kunjungan pada, Selasa 27 september 2016 di Kepulauan Seribu.

Di sela-sela dialog dengan warga terkait program kerjasama Pemprov DKI Jakarta tersebut, Ahok memberi pernyataan terkait isu SARA yang kerap diterimanya.

“Bapak Ibu nggak bisa pilih saya, dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51 macam-macam gitu. Itu hak bapak ibu, nggak bisa dipilih nih karena saya takut neraka. Nggak papa. Karena itu panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja, jadi bapak ibu nggak usah merasa nggak enak, dalam nuraninya nggak bisa pilih Ahok,” kata Ahok dalam cuplikan video itu.

Saat ini Ahok telah dilaporkan ke polisi oleh beberapa elemen dan organisasi masyarakat. Berdasarkan Pasal 156 a KUHP Jo pasal 28 ayat (2) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), Ahok bisa terancam pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.[*and]

*Berbagai Sumber

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER