Laskar Kristen Manado Kembali Lakukan Serangan dan Ancam Robohkan Masjid - Jurnal Ummah
Load more

Laskar Kristen Manado Kembali Lakukan Serangan dan Ancam Robohkan Masjid

Shares ShareTweet

Ratusan orang dari organisasi TOU Minahasa atau Laskar Kristen Manado menyerbu pembangunan Masjid Al-Khairiyah di Texas. (Foto: Facebook)
"Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, maka Dihimbau agar seluruh saudara/i tidak melewati jalur aksi Demo ALIANSI Makapetor yg akan mereka lewati. Jalur Mega Mas - Masjid Texas, hari Rabu besok 26 Oktober 2016 Jam 10.00-17.00. Mereka aksi demo untuk rubuhkan mesjid texas, jd sangat sensitif buat kaum muslim aplagi yg berjilbab bila bertemu mrk di jln. Tolong ingatkan ke saudara dan kenalan kita semua."
MANADO -- Tindakan intimidasi, diskriminasi dan penyerangan kembali dialami Umat Islam di kota Manado, Sulawesi Utara. Ratusan orang dari organisasi TOU Minahasa atau Laskar Kristen Manado melakukan demonstrasi mendesak pembokaran masjid Al-Khairiyah di Texas, Rabu, (26/10/16). 

Mereka menuntut bahwa Masjid tersebut tidak berizin resmi dari daerah, dan tidak cocok untuk berada di Texas karena mayoritas penduduk adalah orang Kristen.

Padahal Masjid tersebut sudah berdiri di Texas sejak 47 tahun lalu, dan telah digunakan untuk tempat ibadah oleh umat Islam di wilayah itu dan juga para transmigran dari luar daerah yang bekerja di Manado.

Menurut Dewan Kemakmuran Masjid Al-Khairiyah yang juga DPW PPP Sulawesi Utara, Djafar Alkatiri, para penggugat dari TOU Minahasa memprotes sertifikat tanah dan masjid tersebut, mereka menyatakan bahwa pemerintah kota Manado telah merampas sertifikat tersebut dari masyarakat.

Saat ini, masyarakat muslim di lokasi kejadian sedang bersiaga untuk mencegahnya aksi main hakim sendiri di Masjid Texas. Bahkan ada salah seorang polisi yang berjaga di sana meneriakkan Allahu Akbar atas tindakan emosional dari para pendemo tersebut.

Suasana saat itu sedang mencekam, karena emosi dari Laskar Kristen tersebut sudah memuncak. Kemungkinan apabila polisi tidak bertindak tegas akan terjadi kericuhan antar agama di sana, dan dapat menyulut peperangan antar agama yang lebih luas di Manado.

Kejadian ini juga sudah mulai menyebar di dunia maya seperti Facebook dan Twitter. Sejumlah netizen bahkan memposting sejumlah foto penyerangan Laskar Kristen tersebut.
Ratusan orang dari organisasi TOU Minahasa atau Laskar Kristen Manado menyerbu pembangunan Masjid Al-Khairiyah di Texas. (Foto: Facebook)
"Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, maka Dihimbau agar seluruh saudara/i tidak melewati jalur aksi Demo ALIANSI Makapetor yg akan mereka lewati. Jalur Mega Mas - Masjid Texas, hari Rabu besok 26 Oktober 2016 Jam 10.00-17.00. Mereka aksi demo untuk rubuhkan mesjid texas, jd sangat sensitif buat kaum muslim aplagi yg berjilbab bila bertemu mrk di jln. Tolong ingatkan ke saudara dan kenalan kita semua.

"Dr muslimin menado. Sedang terjadi pemerotesan atas pembangunan masjid di tengah kota..", kata salah seorang netizen.

"Di masjid saat ini sudah banyak ummat Islam yg jaga. Mohon do'a agar tidak terjadi sesuatu yg tidak diinginkan dan masjid tetap aman. Inilah TOLERANSI LUAR BIASA warga mayoritas KRISTEN di Manado terhadap Islam! Masjid Texas yg berdiri sejak 1960 minta dirobohkan oleh mereka!" kata Setio Darmadi, netizen lainnya.

Selain di media sosial, di media berbagi video Youtube juga terdapat sejumlah rekaman penyerangan Laskar Kristen yang memprotes keberadaan Masjid Texas.

Ratusan anggota Laskar Kristen dengan berbaju serba hitam dan merah dengan ikat kepala berwarna merah tersebut dalam rekaman video amatir di Youtube, nampak membawa senjata tajam semacam pedang/parang. Mereka mengacung-acungkannya sebagai upaya intimidasi terhadap umat Islam.

Perlakuan intimidasi yang dialami umat Islam di Sulawesi Utara bukan sekali ini saja terjadi, beberapa saat yang lalu umat Islam juga sempat dihebohkan dengan pemberitaan penyerangan pembangunan masjid di kota Bitung, dan pelemparan kepala babi ke pemukiman muslim di kota tersebut.

Dengan alasan sebagai wilayah dengan populasi penganut Kristen mayoritas, pembangunan masjid di provinsi tersebut seakan selalu dipersulit. Meskipun lagi-lagi hal ini selalu dibantah oleh aparat pemerintahan setempat.
Latihan ala militer Laskar Kristen di Sulawesi Utara. (image: Facebook)
Penyelesaian kasus penindasan dan penyerangan umat Islam di Sulawesi Utara selama ini seakan selalu timbul tenggelam, yang menyiratkan bahwa, pemerintah setempat belum menyentuh akar permasalahan yang terjadi.

Kasus kerukunan beragama dan masalah SARA di Indonesia saat ini semakin meningkat, setelah perang agama di Ambon menjadi pengalaman pahit bagi bangsa Indonesia. Saat itu, ribuan masyarakat muslim dibantai oleh penganut Kristen dan simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS).

Meski begitu, umat muslim terus bersabar dan ingin melupakan kejadian keji tersebut, dan berharap semoga di masa mendatang, kejadian mengenaskan itu tidak akan pernah terjadi lagi di Indonesia. Namun, dari masa ke masa, sejumlah pihak seakan selalu berusaha memprovokasi kesabaran umat Islam.

Hingga saat ini, belum ada satupun media massa nasional, baik cetak, online, maupun media televisi yang menyiarkan aksi intoleran yang dilakukan Laskar Kristen terhadap umat Islam di kota Manado ini. (*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER