Lindungi Penista Agama, Polri Dinilai Sudah Jadi Kacung Ahok - Jurnal Ummah
Load more

Lindungi Penista Agama, Polri Dinilai Sudah Jadi Kacung Ahok

Shares ShareTweet

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat bertemu dengan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (Foto: istimewa)
"Saya heran, kenapa justru akun TMC Polda Metro Jaya yang menampilkan permohonan maaf Ahok. Sementara laporan kami belum diproses. Polri ini penegak hukum atau jubirnya Ahok? Polri mesti profesional, adil, dan objektif. Kami minta Ahok segera diperiksa sebagai terlapor dalam aduan yang kami sampaikan, beberapa waktu lalu,"
JAKARTA -- Saat ini masyarakat Indonesia seakan dibuat geram dengan lambatnya tindakan hukum yang diambil pihak kepolisian guna menindak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam kasus penistaan agama yang telah dilakukan gubernur keturunan China itu. 

Pasalnya, berdasarkan sejumlah bukti-bukti yang ada, Ahok telah lebih dari memenuhi syarat untuk dijadikan tersangka dalam kasus itu.

Masyarakat pun menilai ada sebuah konspirasi yang terjadi untuk melindungi Ahok dari jeratan hukum, ditambah lagi saat ini beredar kabar jika Polri memerlukan ijin Presiden Joko Widodo terlebih dulu untuk menyeret Ahok ke meja hukum. 


Polri pun dinilai telah menjadi juru bicara (jubir) atau kacung Ahok, karena dalam beberapa kesempatan terkesan bahwa Polri memberikan perlakuan istimewa untuk Ahok dalam kasus ini.

Seperti yang terjadi sebelumnya, saat TMC Polda Metro Jaya sempat membuat kicauan tentang permintaan maaf Gubernur Ahok terhadap umat Islam pada Senin (10/10). 


Permintaan maaf tersebut terkait pernyataan Ahok yang mengutip surah Al Maidah saat berkunjung di Kepulauan Seribu.  Pernyataan Ahok banyak menuai kecaman karena dianggap melecehkan umat Islam.

Twitter milik TMC Polda Metro Jaya. Melalui akun @TMCPoldaMetro, status berita "Ahok: Saya Minta Maaf" juga diunggah pada pukul 10.39 WIB.


Namun, kicauan TMC yang berbunyi "Permohonan maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terhadap umat Muslim di Indonesia" tersebut langsung hilang setelah mendapat cibiran dari netizen yang menganggap TMC tak pantas membuat kicauan seperti itu. 

Mereka mempertanyakan motif akun polisi tersebut yang seolah membantu menyiarkan permintaan maaf Ahok. Sejumlah netizen bahkan menuding polisi tak netral.
Twitter milik TMC Polda Metro Jaya. Melalui akun @TMCPoldaMetro.
"Ngapain TMC twit beginian? mau caper? haha...@TMCPoldaMetro Permohonan Maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama Terhadap Umat Muslim," kata akun @nurhasanah10.

Akun @akangkita juga mempertanyakan hal serupa. "@TMCPoldaMetro kok mslh Ahok yg dipublish, psl 165a kuhp msh berlaku sama tuk semua warga negara indonesia kan pak?"

Akun @chalidaratna curiga dengan status itu. "Apa ini kode kalau Polri tidak akan serius menindaklanjuti laporan masyarakat atas kasus penistaan thd agama Islam? @TMCPoldaMetro https://t.co/B7HjarJ5Ny.

Dan ada kicauan para netizen yang terkesan melindungi Ahok tersebut sempat menjadi trending, yang umumnya berisi kecaman kepada Polri yang tidak bisa netral dan profesional dalam penanganan hukum. Bahkan, tidak sedikit diantara para netizen yang mengecam Polri dengan kata-kata keras.

Polri Telah Jadi Juru Bicara Ahok

Keikutsertaan Traffic Management Center Kepolisian RI Daerah Metro Jakarta Raya (TMC Polda Metro Jaya) dalam menyebarkan berita tentang permintaan maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada umat Islam menuai kritik dari publik. 


Sejumlah kalangan menilai instansi tersebut tidak profesional dalam menjalankan tugasnya yang harus menindak lanjuti laporan kasus penistaan agama tersebut.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman meminta agar aparat Polda Metro Jaya bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Menurut dia, TMC Polda Metro Jaya harusnya menjalankan fungsinya sebagai pusat informasi lalu lintas di wilayah Ibu Kota, bukan sebagai jubir (juru bicara) Ahok.

"Saya heran, kenapa justru akun TMC Polda Metro Jaya yang menampilkan permohonan maaf Ahok. Sementara laporan kami belum diproses. Polri ini penegak hukum atau jubirnya Ahok? Polri mesti profesional, adil, dan objektif. Kami minta Ahok segera diperiksa sebagai terlapor dalam aduan yang kami sampaikan, beberapa waktu lalu," kata Pedri.

Kedekatan hubungan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dengan Gubernur DKI Jakarta, Ahok. (Foto: istimewa)
Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono membantah tudingan itu. "Ndak masalah. TMC itu fungsinya kan juga untuk memberitakan semua kegiatan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," kata Awi seperti dilansir dari Republika.co.id, Senin (10/10).

Anehnya, masyarakat merasa heran, Polri mampu bekerja cepat dan tegas ketika menindak masyarakat yang anti-Ahok, yang mengutarakan kekesalannya di media sosial. Seperti yang dialami sejumlah netizen yang memposting informasi "Arahan Kapolri" yang terdiri atas 14 poin terkait Pilgub DKI Jakarta 2017 di media sosial.


Hanya dalam waktu singkat Polri mampu menemukan pelaku yang menyebarkan informasi yang dikabarkan hoax tersebut dan menahannya. Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, pelaku tersebut telah menjalani proses hukum di Bareskrim Polri. Bahkan, kasus "remeh temeh" ini mendapat perhatian langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Sudah (ditemukan pelaku), sudah ada beberapa yang ditemukan. Sekarang dalam proses. Ada di Sulsel, Jabar baru dua yang saya ingat. Ada lagi kalau enggak salah. Terus ada beberapa yang muncul lagi kita hunting terus," kata Ari di Gedung Bhayangkari Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).

Sebelumnya, Ahok meminta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia atas pernyataan bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang diucapkannya, beberapa waktu lalu. Permintaan maaf tersebut disampaikan Ahok melalui sejumlah media massa di Ibu Kota, Senin (10/10).

Sejumlah pengguna dunia maya (netizen) pun membagikan informasi tentang permintaan maaf sang gubernur itu lewat media sosial. Termasuk di antaranya akun Twitter @TMCPoldaMetro, milik TMC Polda Metro Jaya, yang langsung memicu kehebohan dan kecaman dari masyarakat kepada institusi Polri. (*JU)


*Berbagai Sumber

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER