Ahok Samakan Jilbab dengan Kain Lap dan Larang Siswi Gunakan Hijab - Jurnal Ummah
Load more

Ahok Samakan Jilbab dengan Kain Lap dan Larang Siswi Gunakan Hijab

Shares ShareTweet

Para siswi muslimah melakukan orasi mensosialisasikan kebaikan menggunakan jilbab. (Foto:istimewa)
"Jangan menilai pada kualitas materinya, yang harus dinilai substansi atau kualitas substansi, yaitu menutup aurat. Meski pakai sutra kalau terbuka dan terlihat tidak sopan, lebih baik karung gandum sekalipun asalkan menutup aurat. Itu lebih terhormat,
JAKARTA -- Sikap anti-Islam dan intoleran kembali diperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kali ini yang dikomentarinya adalah busana muslimah yakni jilbab. Gubernur Ahok menyebut bahwa jilbab yang biasa dipakai wanita muslimah tak lebih baik dari kain serbet atau kain lap yang ada di rumahnya.

"(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung lepas jilbab," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Selain itu, Ahok juga melarang para orang tua memerintahkan putri mereka untuk menggunakan hijab tersebut, dan mengimbau guru-guru di Ibu Kota Jakarta agar tak memaksakan anak muridnya memakai jilbab.

Ahok beralasan, hal yang lebih tepat dilakukan guru dalam menumbuhkan kesadaran kepada muridnya untuk benar-benar menjalankan ajaran agama Islam adalah, memberi pelajaran agar kesadaran itu tumbuh sendiri. Padahal dalam ajaran Islam, setiap orang tua harus dan wajib mengajarkan anak perempuan mereka untuk menggunakan hijab sejak kecil.


Menanggapi larangan penggunaan hijab oleh Gubernur DKI Jakarta keturunan China tersebut, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut jilbab mirip serbet tidak etis.

"Tidak etislah Ahok membanding-bandingkan jilbab dengan serbet,” kata Ariza, seperti dilansir dari laman Okezone.com, Kamis (9/6/2016).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Seharusnya, lanjut Ariza, Ahok melihat substansi jilbab daripada kualitas materi atau bahan dari jilbab itu sendiri. Ketua DPP Partai Gerindra ini menambahkan, substansi jilbab termasuk yang dipakai siswi-siswi di Jakarta merupakan kesopanan dan menutup aurat.

"Jangan menilai pada kualitas materinya, yang harus dinilai substansi atau kualitas substansi, yaitu menutup aurat. Meski pakai sutra kalau terbuka dan terlihat tidak sopan, lebih baik karung gandum sekalipun asalkan menutup aurat. Itu lebih terhormat," katanya.

Ariza menuturkan, seharusnya sebagai pemimpin daerah Ahok menganjurkan masyarakat untuk berpakaian yang sopan. "Sekalipun Ahok non-muslim,” tandasnya. Dengan begitu, sambungnya, dapat mendorong anak-anak berpakaian sopan dan mengurangi tindak kekerasan seksual yang akhir-akhir ini begitu marak.(*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER