Diusir Saat Liput Aksi Bela Islam, Metro TV Lepaskan Seragam dan Logo - Jurnal Ummah
Load more

Diusir Saat Liput Aksi Bela Islam, Metro TV Lepaskan Seragam dan Logo

Shares ShareTweet

Umat Islam yang melakukan demonstrasi di kota Medan mengusir crew dan armada Metro TV saat akan melakukan peliputan di kota tersebut. Umat Islam menolak kehadiran Metro TV karena dianggap sering memberitakan aktifitas umat Islam secara tendensius dan tidak berimbang. (image: Facebook)
MEDAN -- Hampir di seluruh Indonesia suara demonstrasi umat Islam menggelora. Hingga saat ini, ribuan umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia masih memasuki dan membanjiri ibu kota Jakarta. 

Bahkan, beredarnya kabar adanya upaya penghalangan sejumlah demonstran untuk memasuki Jakarta ternyata tetap tak menyurutkan umat Islam dalam melakukan "Aksi Bela Islam II" tersebut.

Semua stasiun televisi nasional bahkan ratusan media massa luar negeri menyiarkan momen langka tersebut, dimana umat Islam bergerak atas kemauan sendiri menuju Jakarta, hingga mampu mencapai ratusan ribu demonstran.

Namun, ada suatu yang berbeda pada salah satu televisi nasional terkaya dan paling elitis di Indonesia, yaitu Metro TV. Media yang satu ini terus mendapat penolakan dari umat Islam saat melakukan peliputan aksi demonstrasi.

Di kota Medan, umat Islam malah mengusir seluruh kru dan armada kendaraan milik Metro TV saat akan meliput aksi demonstrasi di depan masjid Agung Medan. Masyarakat marah, karena selama ini media televisi milik Surya Paloh yang sebagian sahamnya diduga dimiliki para konglomerat Cina tersebut, sering memberitakan umat Islam secara tidak baik dan cenderung bias.

Umat Islam yang berada di lapangan, khawatir bahwa Metro TV akan kembali memplintir pemberitaan-pemberitaan yang mereka liput di lapangan, agar citra atau image umat Islam menjadi buruk.

Bukan hanya di Kota Medan, bahkan di ibu kota DKI Jakarta yang menjadi pusat dari aksi massa demonstran, para kru Metro TV menanggalkan seragam mereka dan bahkan semua logo maupun identitas Metro TV mereka hilangkan.
Crew MetroTV tidak mengenakan seragam MetroTV bahkan mic yang dipakai juga tidak ada logo atau tulisan MetroTV sebagaimana lazimnya. 
Hal ini terkait dengan banyaknya beredar himbauan dalam bentuk meme yang dibuat umat Islam di dunia maya, yang menolak Metro TV untuk melakukan peliputan aksi tersebut.

Jadi Bahan Tertawaan Para Netizen

Menanggapi hal ini, kecaman dan nada sindiran dari para netizen di dunia maya kepada Metro TV semakin kencang terjadi. Umumnya para netizen menyalahkan Metro TV yang selama ini terkesan memusuhi umat Islam dalam setiap pemberitaanya.

"Ngapain metro tivu disitu? ntar liput berita yg ga benar lg," kata Akbar Sidiq, seorang netizen di media sosial Facebook.

"Reporter Metro TV siaran libe demo 4 november di istiqlal dengan mic tanpa logo dan seragam yang terbalut jaket... Tanya kenapa??" kata Dhe Boex, seorang netizen lainnya.

"Reporter Metro TV siaran live demo 4 november di istiqlal dengan mic tanpa logo dan seragam yang terbalut jaket... Tanya kenapa??" kata Yanuar Andriyanto, ikut menimpali.

Sebelumnya sejumlah meme berbentuk himbauan beredar di dunia maya yang meminta Metro TV tidak melakukan peliputan dalam 'Aksi Bela Islam II' tersebut. Tapi, ternyata Metro TV tetap melakukan peliputan dengan gaya yang berbeda. 

Netizen di dunia maya yang sedang ramai membicarakan kejadian ganjil tersebut meyakini bahwa Metro TV melepas semua atributnya karena merasa ketakutan akan mendapat penolakan yang lebih keras dari umat Islam.

Ini seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi media massa nasional lainnya agar tidak menyalahi kode etik jurnalistik dan 'melacurkan' diri dan idealisme demi memenuhi hasrat para pemodal dan sponsor. 

Rakyat Indonesia sudah semakin cerdas, jika Metro TV dan media massa lainnya tidak segera berubah, maka bukan tidak mungkin mereka akan ditinggalkan oleh para pemirsanya, rakyat Indonesia. (*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER