MUI: Polri Berupaya Bungkam Media dan Aktivitas Bela Islam - Jurnal Ummah
Load more

MUI: Polri Berupaya Bungkam Media dan Aktivitas Bela Islam

Shares ShareTweet

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan konferensi pers terkait demonstrasi umat Islam dalam 'Aksi Bela Islam' (Foto: istimewa)
"Kalau maki-makian, penghinaan di media sosial, semuanya dilaporkan ke polisi, bisa pingsan penyidik dibuatnya bisa banyak yang diurusi. Medsos sangat besar manfaatnya tapi kalau disalahgunakan juga besar mudaratnya,"
JAKARTA -- Tindakan Tim Cyber Crime Mabes Polri terus memantau dan membungkam aktivitas media sosial menjelang aksi damai yang direncanakan berlangsung pada 25 November dan 2 Desember 2016, mendapat kecaman dari masyarakat. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Wakil ketua Umum MUI, Yunahar Ilyas, ikut memberikan tanggapan.

MUI berpendapat, Polri tidak akan pernah bisa membungkam aktivitas media sosial di tengah era teknologi dan keterbukaan saat ini. Namun, MUI tetap menghimbau para pengguna media sosial agar memakai bahasa dan cara-cara yang santun di media sosial.

MUI menjelaskan, apabila semua kasus ujaran kebencian di media sosial diproses oleh Polri maka, lanjut Yunahar, penyidik dari Korps Bhayangkara akan pingsan lantaran menumpuknya kasus dengan ancaman UU ITE tersebut.

"Kalau maki-makian, penghinaan di media sosial, semuanya dilaporkan ke polisi, bisa pingsan penyidik dibuatnya bisa banyak yang diurusi. Medsos sangat besar manfaatnya tapi kalau disalahgunakan juga besar mudaratnya," tandas Yunahar, seperti dilansir dari Okezone.com, Kamis (24/11/2016)

Yunahar mengatakan, MUI masih mencari formulasi yang terbaik dalam mengawal kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat berkunjung ke Pulau Seribu pada akhir September.

"Masih ada waktu sebelum tanggal 2 Desember, masih berunding mencari yang terbaik untuk semua. MUI mengimbau pengguna medsos tetap memakai bahasa yang santun jangan sampai memaki," kata Yunahar.

Seperti diketahui, rencana unjuk rasa dalam 'Aksi Bela Islam III' yang akan dilakukan sejumlah organisasi massa Islam pada tanggal 2 Desember, mendapat sejumlah serangan dengan tujuan membatalkan agenda tersebut.
Lebih dari tujuh juta umat Islam melakukan aksi unjuk rasa 'Aksi Bela Islam III' di Jakarta mendesak pihak kepolisian segera mengambil sikap hukum terkait penistaan agama yang telah dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Bahkan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sempat melontarkan tuduhan, unjuk rasa damai tersebut adalah sebuah gerakan makar untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, Kapolri juga membatasi pergerakan para demonstran hanya di seputaran masjid Istiqlal, dan melarang menuju jalan protokol lainnya, seperti jalan Sudirman dan Thamrin.

Di dunia maya, Tim Cyber Crime Mabes Polri juga memperketat pemantauan untuk menangkapi dan menindak para netizen yang menurut mereka dianggap menyebarkan provokasi. 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya mengungkapkan, bahwa pergerakan oknum provokator telah berlangsung masif jelang aksi damai yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

"Kita juga terus mengidentifikasi, khususnya provokator ya, yang memprovokasi dengan gambar maupun tulisan. Kita sih melihatnya cukup masif sekarang," Agung di Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2016).

Polri, lanjut Agung, telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan pemantauan aktivitas para provokator media sosial. Nantinya, Korps Bhayangkara akan menindak tegas para pelaku provokator tersebut.

"Konten yang kita buat di media sosial itu kiranya bisa dipikirkan kembali. Walaupun kita iseng misalnya me-retweet, copy paste, meneruskan, dan itu sudah masuk dalam pelanggaran UU ITE," tegas dia.(*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER