Pendukung Jokowi Tuduh Ustad Abdul Somad Hina Nabi Muhammad - Jurnal Ummah
Load more

Pendukung Jokowi Tuduh Ustad Abdul Somad Hina Nabi Muhammad

Shares ShareTweet

Da'i kondang asal Riau, Ustadz Abdul Somad saat memberikan salah satu ceramahnya. (Foto: istimewa)
JAKARTA -- Setelah Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab, Ustadz Abdul Somad (UAS) dianggap sebagian kalangan, sebagai ulama yang paling banyak disorot, baik oleh media massa, media sosial, maupun masyarakat pada umumnya.

Betapa tidak, Ustadz berpenampilan sederhana asal Riau ini, sering menjadi viral terkait isi ceramahnya. Dia dicintai mayoritas umat Islam dan juga dibenci oleh para hatersnya. Apapun yang dilakukan ustadz ini, selalu mendapat sorotan dari haters. 


Seperti halnya dalam beberapa hari ini, media sosial diramaikan dengan tuduhan bahwa UAS telah menghina Nabi Muhammad SAW dalam sebuah video ceramahnya.

Ustadz Abdul Somad dituduh menghina Nabi Muhammad SAW, karena menyebutkan, "setelah turun wahyu 13 tahun lamanya, Nabi tidak dapat mewujudkan rahmatan lil'aalamiin karena ditekan oleh orang-orang yang tidak senang akan turunnya wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW. Kapan Rahmatan Lil Alamin itu dapat diwujudkan? Bukan dengan kenabian, bukan dengan Al-Quran di tangan tapi setelah tegaknya Khilafatin Nubuwwah.”

Ceramah Ustadz Abdul Somad yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW ini pertama kali dihembuskan oleh media daring www.salafynews.com, dan berusaha diviralkan oleh akun Yusuf Muhammad, seorang Ahokers garis keras yang selama ini dalam setiap komentar dan postingannya di media sosial selalu memuja mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Haters Ustadz Abdul Somad ini bahkan sempat membuat surat terbuka yang dia tujukan kepada UAS, dan disebarkannya ke sejumlah grup-grup atau fanspage di Facebook, terkait isi ceramah tersebut.

Salah satu akun dan haters Ustadz Abdul Somad di media sosial Facebook yang  menjadi pendukung fanatik Jokowi, menuduh UAS telah menghina Nabi Muhammad SAW dalam salah satu isi video ceramahnya. (Foto: Facebook)
Menanggapi tuduhan miring berisi fitnah tersebut, Ustadz Abdul Somad berusaha memberikan klarifikasi terkait video ceramahnya, dan menghimbau masyarakat dan umat Islam menonton ceramahnya tersebut secara tuntas dan jangan sepotong-sepotong. Berikut Klarifikasi UAS Terkait isi video ceramahnya:
1. Mohon maaf jika klarifikasi ini terlambat. Karena selama umroh saya tidak beli nomer baru Saudi Arabia dan tidak isi pulsa. Khawatir tergoda internet. Hanya pakai wifi hotel saja.

2. Video pertama di depan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau. Dihadiri banyak tokoh lintas ormas. Semua memberikan orasi 5-10 menit. Saya diundang sebagai da'i dari luar HTI. Orasi saya seputar urgensi politik Islam.

3. Video kedua di Hotel Pangeran Pekanbaru. Dihadiri tokoh lintas ormas. Saya sebagai dai luar HTI.

4. Isi tausiyah video 8 menit itu tentang politik Islam. Usia Nabi dibagi tiga:

- 40 tahun sebagai seorang dalam persiapan kenabian. Belum memegang kekuasaan.

- 13 tahun di Makkah fase kenabian, tapi lemah, tertindas. Bilal disiksa, Sumayyah wafat sebagai syahid, Shuhaib terusir, dan lain-lain.

- 10 tahun di Madinah setelah memiliki kekuasaan. Barulah terwujud pemerataan keadilan dengan bahasa Al-Qur'an: Rahmatan Lil-'Alamin.

5. Fiqh Islam itu banyak aspek:

- Ada fiqh ibadah: shalat, zakat, puasa, haji, dan lain-lain.
- Aspek mu'amalah: jual beli, gadai, hutang piutang, dan lain-lain.
- Aspek munakahat: nikah, cerai, zhihar, li'an, dan lain-lain.
- Aspek politik: syarat pemimpin, dan lain-lain.

Dalam membahas aspek politik Islam ini, Ulama menggunakan banyak istilah. Panjang lebar dibahas Imam al-Mawardi (wafat 450 H) dalam Al-Ahkam As-Sulthaniyyah, sampai Al-Qaradawi dalam Min Fiqh Ad-Daulah. Hingga Ustadz Sulaiman Rasjid dalam Fiqh Islam:

Macam-macam istilah digunakan:

- As-Siyasah As-Syar'iyyah
- Al-Imamah
- Al-Khilafah
- Ad-Daulah

Yang dimaksud adalah, aspek politik dalam Islam.

6. Yang selalu saya sampaikan adalah pendapat moderat Syaikh Al-Qaradawi dalam Min Fiqh Ad-Daulah. Bahwa ketika mencoblos, maka itu adalah persaksian di hadapan Allah SWT bahwa kita bersaksi memilih pemimpin dan wakil kita. Jangan lupa diantara dosa terbesar adalah kesaksian palsu.

7. Dalam ilmu hadits ada yang disebut dengan "al-Jam'u wa at-Taufiq" yaitu mengkombinasikan dan mengkompromikan beberapa hadits tentang suatu masalah.

Begitu juga hendaknya sikap kita menyikapi beberapa potongan video, tulisan, pernyataan dari seseorang agar dapat pemahaman yang utuh.

8. Ada pernyataan: "Abdul Somad menghina Nabi Muhammad SAW". Saya katakan: "Saya Alumni Darul Hadits yang belajar hadits-hadits Nabi. Dari tahun 2008 pulang ke Indonesia mengajar hadits. Di UIN mengampu mata kuliah hadits". Please deh!

9. Insya Allah saya dapat menjelaskan pada ikhwah sudaghe sedulur sederek sedoyo halak hita sasudena yang gagal faham. Tapi saya tidak akan pernah mampu memberikan penjelasan pada orang-orang yang memang mengambil kesempatan dengan gagal faham.

10. Biasanya efek fitnah-fitnah begini orang makin simpati, lovers dan followers makin bertambah. Saya sudah cukup ribet dengan popularitas ini. Ke mall saya terpaksa pakai topi pet. Itu pun ketahuan juga. Di airport saya sering hampir ketinggalan pesawat gara-gara lovers minta poto.

Jadi tolong, belilah paket 4 GB. Tonton tuntas. Kalau nggak faham, nanya. Semoga Allah SWT selalu membimbing hati kita. Aamiin.
Setidaknya, dari pantauan di sejumlah fanspage Facebook, setelah UAS memberikan klarifikasi dan himbauan terkait isi ceramahnya tersebut, serangan dari para haters seperti langsung menghilang. 

Sebaliknya para warganet terutama dari kalangan umat Islam jutru mengecam para haters yang menyebarkan fitnah kepada UAS tanpa mempelajari dulu isi ceramah dari Ustadz kondang itu. (*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER