Puluhan Mushaf Al-Qur'an Dibakar OTK di Toilet Masjid - Jurnal Ummah
Load more

Puluhan Mushaf Al-Qur'an Dibakar OTK di Toilet Masjid

Shares ShareTweet

Puluhan kitab suci Alquran dibakar orang tak dikenal di sebuah toilet masjid. (Foto: FB Nicky Tirta Jaya)
"Yang ada disini tidak tahu siapa yang membakar, karena semua yang ada di masjid baru sholat dzuhur, selesai sholat, diketahui di kamar mandi keluar asap,"
KULONPROGO -- Masyarakat di Desa Siluwok, Tawangsari, Pengasih, Kulonprogo, dihebohkan dengan pembakaran puluhan Alqur'an oleh Orang Tak Dikenal (OTK), di sebuah toilet masjid. 

Informasi dari lapangan, Alquran yang dibakar ini ditemukan oleh pengurus takmir masjid Al Iman sekira pukul 11.45 WIB jelang Salat Zuhur, pada Selasa 2 Januari 2018.

Saat itu salah seorang takmir melihat kepulan asap hitam dari dalam kamar mandi yang berada di sebelah masjid. Saat dibuka ternyata kepulan asap berasal dari Alquran yang terbakar.

"Yang ada disini tidak tahu siapa yang membakar, karena semua yang ada di masjid baru sholat dzuhur, selesai sholat, diketahui di kamar mandi keluar asap," kata salah seorang warga.

Sejumlah sumber menambahkan, kejadian sekitar pukul 12.30. Awalnya dikira konsleting, dan jamaah mematikan listrik. Namun, beberapa saat kemudian para jamaah mencium bau kertas terbakar. Yang disusul kemudian kepulan asap dari toilet masjid, kemudian diketahui bahwa asap tersebut berasal dari tumpukan Alquran yang dibakar.

Saksi selanjutnya berusaha memadamkan api dengan mengambil air dari kamar mandi di sebelahnya. Namun ada seorang perempuan yang duduk di atas sajadah yang digelar di lantai kamar mandi. Begitu melihat ada orang datang, perempuan ini kemudian pergi.

Sementara itu barang bukti puluhan Alqur'an yang bekas di bakar, sebagai barang bukti diamankan di Mapolres Kulonprogo, sedang kasus pembakaran Alquran ini ditangani kepolisian resort Kulonprogo. Polisi menduga pelaku pembakaran adalah perempuan misterius itu.


Saat ini petugas tengah memburu perempuan yang ditaksir usianya masih sekitar 20-an tahun. Saat tepergok perempuan ini mengenakan kaos oblong dan bawahan berupa rok warna pink.

Sementara itu, saksi Widi Mueri mengatakan, dirinya sempat mengejar perempuan tersebut sampai ke wilayah Kedundang. Namun saksi berbalik arah karena menduga perempuan perempuan tersebut tak normal. Perempuan misterius ini kerap mengibaskan roknya hingga menampakkan auratnya. Dia juga tidak mengenakan pakaian dalam.

Aparat kepolisian mengamankan barang bukti berupa puluhan Alquran dalam kondisi sudah hangus terbakar. (Foto: Kuntadi/Okezone)
“Perempuan itu juga menggunakan roknya untuk mengelap muka. Karena seperti mengalami gangguan saya kembali ke Masjid,” ujarnya, seperti dilansir Okezone.com.

Kasus pembakaran Alquran ini telah tersebar di dunia maya, khususnya di media sosial Facebook dan Twitter. Para netizen umumnya mengecam kelakukan biadab pelaku, dan mendesak aparat penegak hukum penangkap pelaku secepatnya.

"Semoga ada terekam di CCTV, supaya bisa terungkap siapa pelaku pembakaran, dan siapa otak dibalik pembakaran? Royani, seorang netizen.

"Hati hati, modus Al-qur'an palsu, yg asli dibakar biar yg palsu dibeli," komentar Ahmad Aditio Dharmadi, netizen lainnya.

Polisi hingga kini masih melakukan pencarian terhadap perempuan yang diduga menjadi pelaku pembakaran. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang melihat kejadian, untuk mengetahui ciri fisik pelaku dan memudahkan penangkapan.(*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER