Ustadz Bachtiar Nasir Dibully Karena Minum Kencing Unta - Jurnal Ummah
Load more

Ustadz Bachtiar Nasir Dibully Karena Minum Kencing Unta

Shares ShareTweet

Video Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) yang meminum air kencing unta, langsung viral di media sosial. Bully-an pun datang dari sejumlah kalangan, yang salah satunya dari politisi PDIP Budiman Sudjatmiko yang memberikan komentar nyinyir kepada UBN. (Foto: istimewa)
“Hadis-hadis seputar khasiat ini sudah jelas. Dalam riwayat-riwayat yang sahih dan tidak lagi diperdebatkan. Rasul melarang berobat dengan barang yang bernajis. Berarti urine unta ini spesial kondisinya. Pengecualian. Jadi tidak masuk kategori urine-urine seperti yang lain. Silakan mencoba kalau nanti pergi umrah, boleh-boleh saja mencoba,"
JAKARTA -– Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), mungkin tidak menyangka rekaman videonya meminum air kencing unta saat saat berkunjung ke Arab Saudi beberapa hari lalu, akan langsung viral di media sosial. Apalagi berujung pada bully-an kepada dirinya dari sejumlah haters.

UBN berkesempatan mencicipi air kencing unta. Momen itu ia abadikan dalam sebuah video yang ia unggah di laman Facebooknya, Rabu (3/1/2018). Menurut UBN, air kencing unta berkhasiat membunuh sel-sel kanker. 


Ia merujuk pada beberapa hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satunya yang diriwayakan Ahmad, bernomor 2545 yang berbunyi, “Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya mengandung obat bagi penyakit di dalam perut mereka.”

Selain itu, Bachtiar juga mengutip Hadis Riwayat Ibnu Majah nomor 2568 serta Hadis Riwayat Bukhari nomor 2795 yang menjelaskan bahwa air kencing unta halal untuk dikonsumsi dan baik bagi kesehatan.

“Hadis-hadis seputar khasiat ini sudah jelas. Dalam riwayat-riwayat yang sahih dan tidak lagi diperdebatkan. Rasul melarang berobat dengan barang yang bernajis. Berarti urine unta ini spesial kondisinya. Pengecualian. Jadi tidak masuk kategori urine-urine seperti yang lain. Silakan mencoba kalau nanti pergi umrah, boleh-boleh saja mencoba," ujar UBN.

UBN juga mengungkapkan hasil riset yang dilakukan Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid yang merupakan staf Universitas King Abdul Aziz yang juga staf Presiden Tissues Culture Unit Pusat Penelitian Medis King Fahd, yang menyebutkan partikel nano dalam air kencing unta dapat melawan sel kanker dengan baik.

“Membuktikan itu. Jadi bukan cuma menyembuhkan dari sel-sel kanker tapi juga menyehatkan sel yang tidak terserang,” kata UBN seraya menegaskan,  “Mengandung zat obat di situ. Kalau dibilang halal, ya halal dalam pengertian untuk pengobatan,” ujarnya.


Berdasarkan pengalamannya, air kencing unta tidak berbau. Hal itu terjadi karena menurutnya, unta ditakdirkan memakan makanan yang baik. Berbeda dengan air kencing hewan pada umumnya. Meski demikian, dia tidak menganjurkan air kencing unta dijadikan minuman rutin yang dikonsumsi sehari-hari.

Bully-an dari Para Haters

Setidaknya hanya dalam hitungan jam saja video UBN meminum air kencing unta tersebut langsung viral di media sosial. Sebagian warganet yang belum paham bertanya-tanya apakah hal tersebut baik? Namun, sebagian para haters UBN langsung menjadikan peristiwa tersebut sebagai alat bully-an terhadap ustaz kondang itu.

Ustaz Bachtiar Nasir meminum air kencing unta yang dicampur dengan susu, saat mengunjungi Arab Saudi. (Foto: FB Ustaz Bachtiar Nasir)
Tidak tanggung-tanggung, bahkan politisi PDIP dan mantan aktivis PRD yang kini jadi caleg DPR, Budiman Sudjatmiko juga ikut memberikan komentar nyinyir terkait video tersebut.

"Umat Islam itu mayoritas dari bangsa ini. Kalau umat Islam dirangsang untuk menelan dalam perutnya hal-hal seperti itu, rusak juga bangsa ini," katanya melalui akun twitternya @budimandjatmiko, Minggu (7/1/2017) dinihari.

Banyak netizen lain yang juga ikut menimpali kicauan Sudjatmiko, sebagian mendukung, tetapi sebagian netizen mengecam pernyataan politisi PDIP tersebut.

"Mas @budimandjatmiko memang tak meyakini agama ya? Anda heboh dan menyerang konsep dan tokoh agama, tapi anda mingkem kalau ada realitas maraknya alkohol/narkoba/babi, dan sejenisnya," timpal netizen akun @fuad_nassr.

Komentar nyinyir Sudjatmiko juga ditimpali oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. "Mas, Orang pintar minum alkohol kok anda Gak keberatan...dan Gak ada satupun dalil agama dan sains yang bilang alkohol itu bagus buat perut...bukalah hati anda buat agama mas...," kata Fahri Hamzah.

Berikut tanggapan dan balasan Fahri Hamzah, terkait viral minum air kencing unta oleh UBN, kepada para hatersnya;

APA SALAHNYA KENCING UNTA

Bro,
Hati-hati karena (minum kencing unta) itu ada hadis-nya dan sahih... seorang sahabat kena lepra dan sembuh setelah disuruh Nabi SAW minum...

Maksud saya, itu keyakinan, apakah sains mau berbaik sangka membuktikannya ya kita tunggu saja, di kampung saya anak-anak sakit mata cuci mata pakai kencing pagi

Saya tambah sedikit,
Soal kencing sebagai obat mata, itu biasa waktu saya kecil. Dan memang saya menyaksikan kesembuhan

Waktu saya kecil banyak orang berobat sakit mata ke rumah saya karena ada stok salep polysporin yg dikirim paman saya dari luar negeri

Lalu, setelah saya dewasa saya tahu bawa mungkin “urea” yang ada dalam kencing manusia punya pengaruh pada obat mata.

Saya belum pernah mendengar keterangan lain... tapi saya melihat orang sembuh karena air kencing waktu saya kecil..

Kembali ke soal kencing unta, saya juga kaget waktu mendapat keterangan itu. Dan melihat sendiri para peternak unta di Saudi menjual kencing unta lebih mahal dari susu unta... 5 SR untuk susu unta dan 20 SR untuk kencing unta.. saya tanya ke ulama.

Saya diberitahu bahwa ulama memang ada perbedaan pendapat... sebagian menganggap hadits sahih itu hanya berlaku zaman nabi karena yg disuruh nabi minum itu adalah orang yg kena hukuman... bukan orang biasa..

Tapi sebagian ulama berpandangan bahwa hadits itu tidak dibatalkan dan berlaku umum.

Maka tradisi itu berlaku sampai sekarang. Maka, tindakan Ustadz Bachtiar Nasir itu hanya meneruskan apa yang ada dalam teks.. apa salahnya? Paling tidak ini perbedaan pendapat...

Tapi dalam Islam, sikap sains terhadap agama bukan permusuhan. Tapi “wallahualam” sampai kita menemukan ruang kepastian.

Dan kadang sains juga tidak sanggup memberikan semua kemungkinan dan itulah sifat sains, tidak ada yg mutlak. Discovery after discovery...

Dalam sains, temuan baru mengalahkan temuan lama. Dan itu bisa diberlakukan dalam fenomena seperti kencing unta dan daripada dipertengkarkan kenapa kita tidak mendorong inovasi dan penelitian?

Jangan lupa, unta itu salah satu makhluk yg ribuan tahun sudah umurnya, hidup melintasi sejarah dengan banyak keanehan.. bisa jalan 700-an KM tanpa minum.. sekali minum bisa 200-an liter... dll.

Dan kita harus rendah hati karena tidak kenal unta karena di Indonesia unta hanya ada beberapa di kebun binatang.

Maka ada banyak misteri soal unta yg kita gak tahu maka kita perlu belajar. Hindari sikap sinis sebab itu mem-blok imajinasi kita.

Saya suka bingung dengan orang pintar di Indonesia, berdamai dengan dukun gampang tapi dengan ulama susah banget.. wallahualam. #JumatBerkah

@Fahrihamzah 5/1/2018

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER