Densus 88 Bunuh Umat Islam Terduga Teroris Tanpa Diadili - Jurnal Ummah
Load more

Densus 88 Bunuh Umat Islam Terduga Teroris Tanpa Diadili

Shares ShareTweet

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror kembali memulangkan seorang terduga teroris dalam keadaan sudah jadi mayat. Korban mati tanpa memperoleh perlakukan hukum yang menjadi haknya.
“Nggak ada pemberitahuan ke saya kok, nggak ada surat penangkapan,”
INDRAMAYU -– Bak petir di siang bolong, Ummu Umar sangat kaget mendapatkan kabar sang suami Muhammad Jefri meregang nyawa ketika menjalani proses penangkapan. Padahal, terakhir kali bertemu Jefri dalam kondisi sehat. 

Pihak dokter kepolisian, menurut Ummu Umar menyampaikan suaminya mengalami penyakit komplikasi. Ia pun membantah pernyataan pihak dokter kepolisian yang menyebut Jefri memiliki sejumlah penyakit.

“Memang kata dokter mereka, dia (Muhammad Jefri) punya penyakit jantung, liver, paru-paru, tapi setahu saya dia sehat-sehat saja, dia juga tidak merokok,” ungkap Ummu Umar.

Ummu Umar menjelaskan, memang tidak ada luka lebam pada bagian wajah suaminya. Tetapi, Ummu Umar tidak dapat memastikan di seluruh tubuh suaminya, sebab kondisi jenazah sudah tertutup dan tak boleh dibuka.

Ditangkap Tanpa Adanya Surat Penangkapan

Istri Almarhum Jefri, yang akrab disapa Ummu Umar mengungkapkan kronologi penangkapan suaminya yang dilakukan Densus 88 dan berujung pada kematian. Jefri sehari-hari berprofesi sebagai penjual kebab telur, jajanan anak-anak dengan mengendarai motor.

Kondisi Jefri pun sehat-sehat saja menurut sang istri. Seperti biasa, suaminya itu hendak belanja mencari gas untuk keperluan dagang, pada Rabu (7/2/2018) di Indramayu, Jawa Barat. Namun, Ummu Umar mulai curiga ketika ada tiga orang asing datang ke rumahnya bertanya tentang suaminya.


“Sekitar jam 08,00 WIB suami saya pergi cari gas karena di sini kan gas langka. Pas cari gas terus sudah sampai sore nggak pulang-pulang. Ternyata setelah dihubungi tempat yang harusnya sampai, dia nggak sampai-sampai. Habis Ashar ada 2 (dua) orang datang ke sini (rumah), ‘suami ditahan ya?’ kami enggak kenal sama sekali orang itu siapa, tiga orang asing lah dia itu, ungkap Ummu Umar seperti dilansir dari Panjimas.com, Senin (12/2/2018).
Muhammad Jefri saat bersama sang anak. (Foto: Facebook)
Keesokan harinya Ummu Umar dapat kabar bahwa ada penangkapan sekitar jam 8.15 WIB menit. “Berarti setelah 10 menitan suami saya berangkat langsung diculik,” tegasnya. Hal itu diungkapkan Ummu Umar, ia terkejut lantaran tidak mendapatkan adanya surat penangkapan. “Nggak ada pemberitahuan ke saya kok, nggak ada surat penangkapan,” lanjutnya.

Kemudian, Ummu Umar mengatakan bahwa setelah kejadian itu ia bersama anaknya yang berusia 10 bulan dan orang tuanya sempat diamankan aparat kepolisian keesokan harinya. “Saya dibawa sekeluarga, sama orang tua saya, sama adik saya. Anak saya masih 10 bulan,” ujar Ummu Umar.

Sosok Sederhana Tersebut Tinggalkan Anak Usia 10 Bulan

Menurut Ummu Umar, Muhammad Jefri sang suami tercinta adalah sosok yang lembut dan baik, juga keluarga yang bijaksana. Selain itu, Muhammad Jefri menurutnya, bukanlah orang yang tertutup.


Bahkan, ia adalah orang yang cukup bagus dalam bersosialisasi terhadap tetangganya. Sehingga ia pun terkejut, ketika sang suami dikait-kaitkan dengan kasus terorisme.

“Menurut saya dia sosok yang bijaksana, saya selalu meminta pendapatnya atas segala apa-apa yang ingin saya lakukan. Dia juga dipandang sebagai sosok yang terbuka, sama tetangga juga ramah kok, biasa aja," ungkap Ummu Umar.

Selain itu, di mata Ummu Umar, pria kelahiran Lampung tersebut adalah sosok suami yang bertanggung jawab. “Dia juga di sini jualan, terakhir pakai gerobak motor keliling jualan kebab telur,” jelasnya.

Ummu umar mengaku sangat kehilangan sang suami, karena Jefri mereka baru saja memperoleh seorang anak berusia 10 bulan yang kini menjadi yatim. Hingga kini, keluarga masih berduka atas wafatnya Muhammad Jefri. Pihak keluarga juga belum melakukan upaya hukum, karena awam dan belum ada pendampingan.

Kasus itu mengingatkan pada proses penangkapan Siyono, terduga teroris lainnya pada Maret 2016 lalu. Siyono tewas setelah Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkapnya dan menyiksanya dengan membabi buta. Siyono dikembalikan kepada keluarganya dalam kondisi tubuh yang sudah rusak dan hancur.

Suasana penggrebekan teroris di Kendal, 2017. Densus 88 AT/Polri menangkap pasutri terduga teroris di Indramayu. (Foto: CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Seperti diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap dua orang terduga teroris di daerah Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu (7/2) kemarin. Kedua terduga teroris tersebut merupakan sepasang suami dan isteri atas nama Muhammad Jefri (32) dan Ardilla (18).

Kabagpenum Divhumas Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan bahwa terduga teroris tersebut ditangkap sekitar pukul 08.15 Wib, bertempat di Jalan Raya Patrol Haurgeulis, tepatnya di depan warung es kelapa muda.

"Mohammad Jefry sedang menaiki sepeda motor Honda Supra Fit yang hendak ke arah Utara (Arah Patrol) tiba-tiba sekelompok orang yang diduga Densus 88 Mabes Polri menangkap sodara Mohammad Jefry karena diduga jaringan teroris, terduga teroris tersebut langsung dibawa oleh Densus 88 ke Mabes Polri," kata Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/2).

Muhammad Jefri dan istrinya dituduh terkait dengan sejumlah aksi teror yang terjadi di Indonesia, dan keduanya diduga merupakan anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) binaan seorang narapidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Ali Hamka.

Polri mengaku saat itu akan memeriksa Jefri dan istrinya, kemungkinan terkait peran seseorang dalam tindak pidana terorisme, yaitu sebagai eksekutor, pembuat alat teror, donatur, dan pemberi fasilitas atau perekrut.(*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER