Arab Saudi Jalin Persekutuan Rahasia dengan Zionis Israel - Jurnal Ummah
Load more

Arab Saudi Jalin Persekutuan Rahasia dengan Zionis Israel

Shares ShareTweet

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan Pangeran Mohammed Bin Salman (Foto: dw.com)
"Kerajaan saat ini, mempertimbangkan membeli senjata Israel dan telah menunjukkan ketertarikannya membeli senjata sistem pertahanan tank dan Iron Dome yang diklaim Israel terbukti efektif menghadapi serangan roket dari Jalur Gaza,"
RIYADH -- Saat masyarakat dunia gegap gempita mengecam tindakan Israel yang semakin brutal dan bengis terhadap rakyat Palestina, Arab Saudi yang selama ini selalu memposisikan diri sebagai pelindung Islam dan Al Aqsa, justru semakin merapatkan hubungannya dengan kekuatan Zionis tersebut. 

Koran Swiss Basler Zeitung bahkan mengungkapkan fakta bahwa ada persekutuan rahasia antara militer Arab Saudi dengan Israel.

"Ada kerjasama militer instensif dilakukan rahasia antara Arab Saudi dan Israel demi mencapai tujuan utama mereka yakni mengekang kekuatan Iran. Para pengamat dari Tel Aviv dan Riyadh membenarkan bahwa kerjasama keamanan Arab Saudi dan Israel meningkat pesat, kendati Arab Saudi menolak kabar yang berkembang," kata Pierre Heumann, koresponden Koran Swiss Basler Zeitung, sebagaimana dikutip Middle East Monitor.

Koresponden ini mengutip sumber yang tak bersedia disebutkan namanya di Riyadh, yang menjelaskan bahwa kerjasama Saudi-Israel bahkan kini sudah menyentuh pada transfer kekuatan militer dan persenjataan.

"Kerajaan saat ini, mempertimbangkan membeli senjata Israel dan telah menunjukkan ketertarikannya membeli senjata sistem pertahanan tank dan Iron Dome yang diklaim Israel terbukti efektif menghadapi serangan roket dari Jalur Gaza," kata sumber rahasia tersebut.


Basler Zeitung melaporkan, sudah lama para elite Arab Saudi tak sungkan lagi melakukan kontak dengan perwakilan Israel. Direktur CIA, Mike Pompeo, pernah mengumumkan pada awal Desember 2017 bahwa Arab Saudi melakukan hubungan langsung dengan Israel dan negara-negara Sunni lainnya di lapangan untuk menghadapi serangan teroris.

Setidaknya berikut sejumlah catatan peristiwa yang menjelaskan kedekatan hubungan antara Arab Saudi dengan Zionis Israel, yang selama ini berusaha mereka tutupi:

Warga Palestina di Kota Gaza membakar foto Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dalam sebuah demonstrasi menentang keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Foto: AP Photo/ Khalil Hamra)
Pertama, kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke Tel Aviv, ibu kota Israel, pada September 2017. Sejumlah media di Israel dan beberapa negara di Timur Tengah mewartakan bahwa calon pemegang takhta Kerajaan Arab Saudi tersebut diam-diam melakukan perjalanan ke Tel Aviv untuk bertemu pejabat di sana. 

Bahkan ada yang mengatakan Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan rahasia dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kedua, Menteri Transportasi dan Intelijen Israel Yisrael Katz pernah mendesak Raja Arab Saudi agar mengundang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Riyadh untuk membangun hubungan diplomatik sepenuhnya.


Ketiga, pada Oktober 2017, bekas kepala intelijen Arab Saudi Pangeran Turki bin Faisal, sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor, mengungkapkan bahwa bin Faisal sempat berbagi panggung dengan mantan Direktur Badan Intelijen Israel Mossad Efram Haley. 

Kedua bekas petinggi intelijen tersebut berbicara mengenai Iran di sebuah sinagog, tempat ibadah umat Yahudi, di New York.

Keempat, pada 2016, bekas jenderal Arab Saudi, Anwar Eshki, mengunjungi Israel. Dalam kunjungan tersebut, dia bertemu dengan anggota parlemen Israel untuk berbicara mengenai gagasan Arab Saudi mengenai perdamaian Timur Tengah.

Kelima, Menteri Energi Israel Yuval Steinits mengatakan dalam sebuah wawancara dengan radio, bahwa Israel dan Arab Saudi telah melakukan kontak beberapa kali, namun mereka merahasiakannya atas permintaan Saudi.

Pasukan Israel bersiap-siap melakukan serangan menghadapi para pejuang Hizbullah di Dataran Tinggi Golan. (Foto: Istimewa)
Keenam, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Gadi Eisenkot menyatakan, Israel siap berbagi informasi intelijen mengenai Iran dengan Arab Saudi. 

Keterangan tersebut disampaikan kepada publik dalam sebuah wawancara dengan Letnan Jenderal Gadi yang diterbitkan oleh Elaph, Kamis, 16 November 2017. Militer Israel membenarkan isi wawancara yang diturunkan oleh situs berita tersebut.

Arab Saudi sejatinya hingga kini belum memiliki hubungan diplomatik apapun dengan Israel. Namun, sejak Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) semakin melebarkan sayap kekuasannya dengan menyingkirkan para pangeran lainnya, hubungan Saudi dan Israel dianggap sejumlah kalangan memasuki era keemasannya. 


Pangeran MBS sendiri selama ini dianggap sangat loyal kepada Amerika Serikat yang merupakan sekutu terkuat Zionis Israel.(*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER