Arab Saudi Tawarkan Kota Pengganti Yerusalem ke Palestina - Jurnal Ummah
Load more

Arab Saudi Tawarkan Kota Pengganti Yerusalem ke Palestina

Shares ShareTweet

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyambut kedatangan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih.[Foto: Reuters/Kevin Lamarque]
RIYADH -- Sikap ambigu kembali ditunjukkan Arab Saudi, di satu sisi mengecam keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, di sisi lain Arab Saudi ternyata pernah menawarkan Abu Dis sebagai alternatif Ibu kota Palestina. Tawaran itu disampaikan langsung oleh Pangeran Mohammed bin Salman.

Fakta tersebut diungkapkan oleh harian New York Times edisi Minggu 3 Desember. Pangeran Mohammed bin Salman mengusulkan pemindahan Ibu Kota itu saat Presiden Otoritas Palestina (PLO), Mahmoud Abbas, berkunjung ke Riyadh, pada November.

Melansir dari Middle East Monitor, Jumat (8/12/2017), berdasarkan usulan itu, Palestina akan mendapatkan sebuah wilayah yang tidak bersebelahan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sementara itu, sebagian besar pemukiman Israel di Tepi Barat tetap dibangun.

Tawaran tersebut juga tidak memberikan jaminan apapun terhadap pengungsi asal Palestina dan keturunannya yang tinggal di negara lain untuk bisa kembali ke asalnya. Menurut New York Times, Mahmoud Abbas punya tenggat waktu dua bulan untuk merespons tawaran tersebut.


Abu Dis adalah sebuah kota tua di Palestina yang berada dekat Yerusalem Timur. Menurut Perjanjian Oslo, Abu Dis masuk dalam Area B yang diatur bersama oleh Israel dan Otoritas Palestina. Padahal, Palestina selama ini memperjuangkan Yerusalem sebagai Ibu Kota yang sah.

Sesuai resolusi PBB, Kota Yerusalem diberikan status legal dan politik spesial di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam resolusi yang sama, PBB menawarkan solusi dua negara (two-state solution) agar kedua pihak bertikai bisa hidup berdampingan dengan Yerusalem Timur berada di bawah kekuasaan Palestina.

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, saat menerima kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Riyadh. Dalam kunjungan tersebut, Saudi menawarkan ibu kota lain kepada Palestina menggantikan Yerusalem. (Foto:AFP)
Sebagaimana diberitakan, pemerintah AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu 6 Desember. Pengakuan tersebut memunculkan reaksi negatif karena dianggap membahayakan prospek perdamaian. Washington dituding hanya ingin memberikan dukungan politik kepada Israel dengan mengabaikan hak-hak dasar warga Palestina.

Sudah menjadi rahasia internasional bahwa, kedekatan dan semakin mesranya hubungan Arab Saudi dengan Israel terjadi saat Pangeran Mohammed bin Salman, yang terkenal sangat loyal dengan Amerika Serikat, berhasil menyingkirkan dan menangkap para pangeran lainnya dengan isu korupsi.(*JU)


Sumber: New York Times/
Middle East Monitor

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER