Biksu Radikal di Thailand Mulai Ikut Menyerang Umat Islam - Jurnal Ummah
Load more

Biksu Radikal di Thailand Mulai Ikut Menyerang Umat Islam

Shares ShareTweet

Para biksu radikal melakukan unjuk rasa menolak keberadaan umat Islam Rohingya. (Foto: Getty via DW)
"Tindakannya merendahkan agama lain dan dianggap tidak pantas. Pemerintah sekarang harus mengambil tindakan hukum terhadap dia,"
BANGKOK -- Pemerintah Kerajaan Thailand pada Kamis (21/9) mengatakan akan mengambil langkah hukum terhadap seorang biksu Buddha, yang ditahan polisi karena mengirim pandangan benci Islam di media sosial dan dianggap mengancam keamanan negara.

Phra Maha Aphichat Punnajanto adalah biksu yang bermarkas di kuil di Bangkok, namun polisi menahannya pada Selasa di Thailand selatan, tempat pemberontak Muslim bergerilya beberapa dasawarsa.

Seorang juru bicara pemerintah Thailand, seperti dilansir Reuters pada Kamis (21/9), mengatakan bahwa Aphichat telah diperingatkan di masa lalu bahwa kegiatan di media sosialnya dapat memicu konflik agama.

"Tindakannya merendahkan agama lain dan dianggap tidak pantas. Pemerintah sekarang harus mengambil tindakan hukum terhadap dia," kata Letnan Jenderal Sansern Kaewkamnerd.

Biksu 31 tahun itu mulai tampil menonjol pada 2015 ketika dia mendesak umat Buddha di seluruh negeri untuk membakar sebuah masjid sebagai pembalasan atas setiap biksu yang terbunuh dalam sebuah pemberontakan. Biksu tersebut juga giat berkampanye untuk menjadikan Buddha sebagai agama negara Thailand.

Aphichat telah menyuarakan kekaguman kepada Ashin Wirathu, seorang biksu di Myanmar yang terkenal dengan pandangan anti-Muslim, dan melihat tindakannya sebagai model untuk melindungi Buddhisme di Thailand. Polisi mengatakan Aphichat ditahan di unit Divisi Penindakan Kejahatan di Bangkok.

Gambar yang muncul di media sosial pada Rabu malam menunjukkan atribut Aphichat dilucuti di kuilnya. Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan mengatakan pada Kamis bahwa Aphichat telah meninggalkan ordo religiusnya secara sukarela.

Perhimpunan Buddhis Thailand mengeluarkan pernyataan menentang penahanan Aphichat, dengan mengatakan bahwa itu tidak terhormat dan melanggar hak pribadi. Biarawan dari kuil sama, mengatakan bahwa Aphichat tidak melanggar undang-undang, yang mengatur ordo mereka dan mencopot kedudukannya sebagai biksu.(*)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER