Buka Kedutaan di Tel Aviv, Turis Asal Israel Banjiri Arab Saudi - Jurnal Ummah
Load more

Buka Kedutaan di Tel Aviv, Turis Asal Israel Banjiri Arab Saudi

Shares ShareTweet

Rombongan turis asal Israel. Seakan ingin menghapus hubungan terselubung yang selama puluhan tahun telah terjalin, Kerajaan Arab Saudi kini semakin memperkuat dan memperjelas hubungan diplomatiknya dengan zionis Israel, yang hingga kini masih menjajah Palestina. Kerajaan Al-Saud membuka Kedutaan Besar di ibukota Yahudi. (foto: istimewa)
"Para perwakilan Israel dan Arab Saudi telah menggelar lima kali pertemuan rahasia. Saudi tidak ingin Israel terisolasi di wilayah tersebut."
RIYADH -- Sejak hubungan antara kerajaan Arab Saudi dan zionis Israel semakin dekat, terjadi peningkatan kerjasama diberbagai bidang antara kedua belah pihak. Selain kerjasama dalam bidang militer, intelijen, pertahanan dan kepolisian, kerajaan bani Saud juga meningkatkan hubungan ekonomi dengan kelompok zionis Israel yang saat ini masih menjajah negara Palestina.

Bahkan saat ini, Semakin banyak warga Zionis Israel telah mengunjungi Arab Saudi, negara-negara Arab Teluk Persia dan Mesir sejak awal tahun, menunjuk adanya hubungan belakang layar antara Israel dan negara-negara Arab tertentu, yang dalam penampilan publik menunjukan sebagai lawan tradisional Tel Aviv.

Pusat Biro Statistik Israel (CBS) mengumumkan awal pekan ini bahwa sejumlah 234.600 orang Israel, memiliki tujuan utamanya adalah Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk Persia, telah melewati perlintasan darat ke Yordania antara Januari dan Juli. Statika jumlah CBS menunjukan peningkatan 9,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.


Angka-angka lebih lanjut mengungkapkan bahwa sejumlah 99.200 Israel melakukan perjalanan ke Semenanjung Sinai yang bergolak di Mesir melalui perbatasan Taba pada periode yang sama, menandai kenaikan yang cukup dramatis, 44,9 persen dibandingkan dengan periode tujuh bulan tahun sebelumnya.

Jumlah yang terus meningkat ini terjadi setelah delegasi Saudi, yang dipimpin oleh Anwar Eshki, mantan jenderal militer, melakukan kunjungan ke Israel bulan lalu. 


Eshki, yang saat ini memimpin Institute Saudi untuk Studi Strategis, bertemu dengan direktur jenderal kementerian luar negeri Israel, Dore Gold, dan Yoav Mordechai, yang mengkoordinasikan kegiatan rezim Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Harian Israel Haaretz menggambarkan kunjungan itu sebagai "salah satu yang sangat tidak biasa," mencatat bahwa Eshki dan rombongan tidak bisa melakukan perjalanan ke Israel tanpa persetujuan yang berkuasa Al Saud keluarga. Dia juga mengatakan Saudi tidak ingin "Israel terisolasi di wilayah tersebut."

Kerajaan Arab Saudi Buka Kedutaan di Tel-Aviv

Untuk semakin mendekatkan hubungan kedua belah pihak, kerajaan Bani Saud membuka kantor Kedutaan Besar di ibukota negara ilegal Israel di Tel-Aviv. Diberitakan kantor kedutaan tersebut akan menjadi kedutaan terbesar kerajaan Al-Saud di Timur tengah.

Umat Islam di Negara Republik Islam Iran melakukan demonstrasi memprotes kebijakan kerajaan Arab Saudi yang menjadi pendukung dan sponsor negara ilegal zionis Israel di Palestina. (foto: istimewa)
Situs berita Voltaire Net melaporkan, Selasa (31/5/16), Saudi sedang membangun gedung kedutaan di Tel Aviv dan kedutaan Al Saud akan segera beroperasi di tanah Palestina pendudukan. Raja Salman telah menominasikan Pangeran Walid Bin Talal sebagai duta Kerajaan di Tel-Aviv.

Sebelumnya, Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan resmi dan kerajaan melarang warganya bepergian ke Israel. Namun, sejak kerajaan Al-Saud semakin mendekatkan diri dengan penjajah Israel, wisatawan yahudi langsung membanjiri kerajaan yang selama ini selalu mengklaim sebagai representatif negara Islam tersebut.

Hal ini tentu saja sangat ironis, mengingat di Kerajaan yang dikuasai anak-anak Bani Saud itu, terdapat Kakbah yang merupakan kiblat umat Islam di seluruh dunia, sedangkan di Palestina yang saat ini dijajah zionis Israel, terdapat Baitul Maqdis yang merupakan kiblat pertama umat Islam. 


Dengan diakuinya zionis Israel oleh kerajaan Arab Saudi, sama artinya dengan mengkhianati umat Islam di Palestina, dan mendukung penghancuran Baitul Maqdis yang saat ini hampir mengalami keruntuhan akibat dirusak oleh zionis Israel.

Selama ini, negara-negara yang mendukung kemerdekaan bangsa Palestina dari penjajahan Israel, menolak pembangunan kedutaan besar di tanah jajahan Israel. Penolakan itu sebagai bentuk tidak mengakui keberadaan negara Israel, karena menjajah negara Palestina yang berdaulat. 

Namun, dengan berdirinya kedutaan besar Kerajaan Arab Saudi di negara ilegal Israel, membuktikan bahwa kerajaan Al-Saud mengakui keberadaan negara Yahudi itu, sekalipun harus mengusir seluruh warga muslim Palestina dari negara kelahirannya sendiri.

Namun, jika dilihat dari sejarah berdirinya kerajaan Arab Saudi yang disponsori oleh Inggris, Amerika Serikat, dan kekuatan Zionesme global saat itu, telah terdapat perjanjian bahwa keturunan Bani Saud akan bersedia menjadi 'anjing penjaga' keberadaan negara ilegal zionis Israel di tanah Palestina.

Sebuah karikatur yang menyindir kedekatan hubungan antara kerajaan Arab Saudi dengan zionis Israel dalam berbagai konflik di Timur Tengah.
Pakta Quincy, yang ditandatangani antara Presiden Roosevelt dan Raja Abdelaziz pada tahun 1945, dan diperpanjang oleh Presiden Bush dan Raja Fahd pada tahun 2005, menetapkan antara lain bahwa Kerajaan tidak akan menentang tanah air Yahudi di Palestina (negara masa depan Israel), dan bahkan bersedia membantunya dengan segala daya upaya yang dimiliki Bani Saud, untuk memastikan bahwa 'negara Yahudi Raya' akan benar-benar berdiri di Timur Tengah.

Dengan pembangunan kedutaan di Tel Aviv, para pejabat Al Saud akan mengakhiri hubungan terselubung selama beberapa dekade dengan rezim Zionis. Kantor berita Bloomberg, dalam satu laporannya pada Juni 2015 menulis, "Para perwakilan Israel dan Arab Saudi telah menggelar lima kali pertemuan rahasia." (*JU)

*Dari berbagai Sumber

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER