Dewan Gereja se-Kawasan Pasifik Dukung Kemerdekaan Papua - Jurnal Ummah
Load more

Dewan Gereja se-Kawasan Pasifik Dukung Kemerdekaan Papua

Shares ShareTweet

Seorang pendeta sedang mendoakan perjuangan separatisme di Papua. Gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), mendapatkan bantuan dukungan dari pihak gereja, baik di wilayah Papua maupun di luar negeri, untuk segera melepaskan diri dari kedaulatan Indonesia. (Foto: Istimewa)
“Kami serukan agar Indonesia hentikan pembunuhan orang-orang Papua. Itulah prioritas kami paling pertama kepada militer Indonesia atau polisi, atau apapun cara lain yang digunakan (negara) untuk membunuh rakyat di Papua. Dan hal kedua yaitu mengangkat isu West Papua ke daftar dekolonisasi,”
APIA -- Gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka semakin diatas angin setelah mendapatkan dukungan dari sejumlah negara-negara di kawasan Pasifik. Bahkan dukungan juga datang dari Konferensi Gereja kawasan Pasifik.

Sekretaris Jenderal Konferensi Gereja Pasifik, Rev. Francois Pihaatae menyatakan saat konferensi pers di Apia, Samoa dalam pertemuan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) mendesak Indonesia untuk segera memberikan kebebasan untuk kemerdekaaan Papua.

“Kami sama sekali tidak terkesan dengan sikap diplomat Indonesia. Karena kami memiliki bukti-bukti yang muncul setiap hari, pembunuhan orang-orang (West Papua) ini adalah kenyataan,” kata Pihaatae, Kamis (14/9/17).

Menurut Pihaatae, relasi Pasifik dengan Papua bukan baru terjadi. Jauh sebelum Papua dianeksasi oleh Indonesia, Gereja-gereja di Papua sudah punya hubungan dengan Gereja-gereja di Pasifik. Hubungan inilah yang meyakinkan komunitas Gereja Pasifik tentang apa yang terjadi di Papua.

Pihaatae juga menyampaikan keheranannya terhadap diplomat Indonesia yang mempersoalkan aksi demonstrasi warga Samoa yang memberikan dukungan untuk West Papua. Sebab Samoa adalah negara berdaulat dan warganya dijamin bebas dalam menyampaikan pendapat.

Ia kembali menegaskan bahwa anggota-anggota Dewan Gereja Pasifik ingin pemerintah Indonesia mengakhiri apa yang disebutnya sebagai genosida terhadap rakyat Papua.

“Kami serukan agar Indonesia hentikan pembunuhan orang-orang Papua. Itulah prioritas kami paling pertama kepada militer Indonesia atau polisi, atau apapun cara lain yang digunakan (negara) untuk membunuh rakyat di Papua. Dan hal kedua yaitu mengangkat isu West Papua ke daftar dekolonisasi,” kata dia.


Sebelumnya Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, Tantowi Yahya, dalam pertemuan tersebut mengecam aksi protes. Ia juga menganggap Negara Kepulauan Pasific telah membelokkan persoalan hak asasi manusia yang kini sudah membaik di Papua.

Namun Pihaatae mengatakan, para demonstran tetap menganggap orang-orang di Papua Barat masih harus terus berjuang.

"Apapun yang dikatakan Indonesia, saya tak akan pernah, tak akan pernah percaya, sesuatu baik-baik saja di Papua Barat karena kami punya bukti kehidupan mereka setiap hari-hari, terjadi pembunuhan rakyat di sana," ujarnya.(*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER