Diam-diam Produk Israel Banjiri Pasar Indonesia - Jurnal Ummah
Load more

Diam-diam Produk Israel Banjiri Pasar Indonesia

Shares ShareTweet

Tanpa banyak mendapatkan perhatian dan peliputan dari media massa Indonesia, perlahan hubungan antara Indonesia - Israel terus terjalin dalam semua lini. Hubungan tersebut bahkan semakin erat dalam bidang ekonomi.
"Indonesia negara yang berkembang cepat yang memiliki banyak kebutuhan di mana teknologi Israel sangat penting di dalamnya, seperti teknologi agrikultural,"
JAKARTA -- Hubungan antara Indonesia dengan Israel selalu menjadi perdebatan, Diyakini walaupun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomasi secara langsung, namun Indonesia dari rekam sejarah memiliki hubungan sangat "mesra" dengan Israel terutama dalam hubungan bisnis antar kedua negara.

Di balik hubungan bisnis yang mesra, hubungan diplomatik tetap menjadi masalah utama. Diantaranya seperti saat pihak imigrasi pernah menahan cukup lama bintang bulutangkis Israel Misha Zilberman untuk menunggu di Singapura sebelum akhirnya bisa ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Badminton Dunia.

Bahkan kini hal tersebut kembali menjadi perhatian saat Presiden Joko Widodo mengeluarkan kalimat bernada ancaman kepada Israel.

Dalam konferensi persnya usai penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI, Jokowi mengajak seluruh negara Islam memboikot produk-produk dari negeri Zionis.

"Dunia Islam mendorong masyarakat internasional untuk melarang masuknya produk Israel dan seluruh negara menyatakan kembali komitmen untuk melindungi Al-quds Al-sharif, antara lain dengan bantuan finansial untuk Al-quds Al-sharif," kata Presiden Jokowi dalam Konferensi Pers di Ruang Cendrawasih di JCC, Jakarta, Senin (7/3).

Johan Budi Bantah Pernyataan Jokowi


Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi meluruskan pernyataan Jokowi ihwal boikot produk Israel tersebut. Johan menjelaskan boikot produk yang dimaksud bukanlah boikot produk yang berbentuk barang.

Melainkan, produk yang dimaksud merupakan produk yang diartikan berupa kebijakan. "Sebenarnya gini, yang dimaksud produk itu bukan produk barang. Yang saya lihat dimaknai sebagai produk barangnya Israel diboikot kan? Sebenarnya bukan.

Salah satu produk snack buatan Israel. (Foto: Istimewa)
Boikot dalam hal ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan Israel di tanah pendudukan di Palestina," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. "Jadi sekarang melebar ke mana-mana seolah-olah boikot produk bukan bukan itu yang dimaksud oleh presiden," tambahnya.

Indonesia Butuh Israel

Rupanya, pernyataan Jokowi itu mengusik Israel. Seperti dimuat dalam Harian Times of Israel, Senin (8/3), lewat tulisannya yang berjudul, 'Rahasia terburuk: Israel-Indonesia berbisnis bersama'. Jurnalis Israel David Shamah menulis, Indonesia sangat membutuhkan sentuhan teknologi buatan Israel bagi negaranya.

"Indonesia negara yang berkembang cepat yang memiliki banyak kebutuhan di mana teknologi Israel sangat penting di dalamnya, seperti teknologi agrikultural," demikian dikutip dari Times of Israel.

Dukungan kuat yang ditunjukkan pemerintah Indonesia terhadap Palestina membuat hubungan bisnis yang terjalin dengan Israel ditutup rapat-rapat, meski tak punya hubungan diplomatik secara langsung.

Hubungan "Kuat" Indonesia - Israel


Kepala Asosiasi Perdagangan Internasional (FTA) dari Kementerian Ekonomi, Ohad Cohen menyebutkan Indonesia dan Israel merupakan kawan lama di bidang bisnis. Bahkan, hubungan dagang antara kedua negara mencapai ratusan juta dolar per tahun.

"Indonesia adalah negara demokrasi, dan juga anggota Organisasi Perdagangan Dunia, di mana melarang boikot dari negara anggotanya, sehingga tak ada batasan legal bagi perusahaan Indonesia yang menghalangi bisnis mereka dengan kita.

Indonesia bukan satu-satunya negara di mana Israel memiliki misi dagang, di mana seluruh administrasi dikendalikan penuh dari sebuah perwakilan di Singapura. Selain di bidang agrikultural, teknologi medis, ponsel dan finansial sangat diterima Indonesia.

Pesawat A4 Skyhawk Israel. Hubungan Indonesia - Israel sudah terjadi sejak masa Orde Baru. Dan yang paling kontroversial adalah saat Benny Moerdani melakukan Operasi super rahasia yang dinamakan Operasi Alpha. Dalam operasi tersebut Moerdani juga membeli dan melatih para pilot TNI AU di Israel dan membeli pesawat A4 Skyhawk Israel.(Foto: Istimewa)
Apalagi, sudah terbentuk Kamar Dagang Israel-Indonesia yang telah memposting banyak kisah sukses para pengusaha Israel menjajakan produknya ke Indonesia.

"Mereka melihat ada perbedaan antara bisnis dan politik di mana bisnis sangat mudah untuk mengungkap mana yang benar dan salah, tapi dalam politik tidak ada yang benar atau salah dan itu yang dipakai pemerintah saat ini.

Saat waktunya datang, saya yakin ini bisa menjadi pembuka jalan hubungan yang lebih hangat antara kita," kata pengusaha asal Indonesia yang tak ingin disebutkan namanya.

Produk Israel Membanjiri Indonesia

Produk Israel Banyak Beredar Di Indonesia Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor produk-produk Israel. Dari pengakuan Kementerian Perdagangan, terdapat label bertuliskan 'made in Israel' di produk yang memang berasal dari negara tersebut dan dijual di pasar Indonesia.

Staf Khusus Kemendag Iman Pambagyo saat masih menjabat sebagai Direktur Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) tidak membantah kalau barang Made In Israel ada yang beredar di pasar Indonesia.

Hal ini juga dianggap legal karena tidak ada pembatasan khusus perdagangan antara Indonesia dan Israel. "Saya cuma dengar. Dengar ada barangnya dan saya tahu. Barangnya itu ya kemungkinan Made In Israel," kata Iman ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta.

Data dari kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa neraca perdagangan Indonesia-Israel cukup positif. Tahun 2007, total perdagangan Indonesia-Israel mencapai USD 124.100 dan meningkat menjadi USD 116,4 juta pada tahun 2008.

Gerakan "boycott" produk Israel terutama Kurma sudah menjadi gerakan internasional sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Palestina dalam jajahan Israel.
Tahun 2009, total perdagangan dua negara mencapai USD 91.613 juta dan kembali meningkat menjadi USD 117,5 juta pada tahun 2010. Data tahun 2011 menunjukkan, total perdagangan Indonesia-Israel mencapai USD 69,6 juta. Dan hingga pertengahan 2012 sudah mencapai USD 79 juta.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor dari Israel ke Indonesia pada 2015 hanya tercatat sebesar USD 77 juta. Berikut apa saja produk yang sejauh ini telah beredar di Indonesia tercatat berasal dari Israel.

1. Kurma
Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mencatat bahwa pada Juni 2012 Indonesia mengimpor kurma dari Israel. Tercatat sebanyak 20,6 ton kurma masuk ke Indonesia. Nilai perdagangan kurma tersebut, menurut BPS, mencapai USD 191.300.

2. Jeruk Shantang
Tidak hanya kurma, Indonesia juga mengimpor buah dari Israel. Jeruk Shantang asal Israel masuk Indonesia pada April 2012. Tercatat sebanyak 0,666 ton Jeruk Shantang masuk Indonesia. Nilai perdagangan ini mencapai USD 709.

 3. Mainan
Impor mainan dari Israel masuk dalam kategori jenis mainan lainnya atau bagian mainan (other toys and parts) dengan kode HS 9503009900. Sepanjang 2013, Indonesia sudah mengimpor mainan asal Israel dengan total nilai USD 830 dengan berat 26 Kilogram. Impor mainan ini terus berlanjut pada Januari 2014 dengan nilai USD 358 dengan berat 14 Kilogram.

4. Produk logam dan bahan kimia
Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadiwibowo, mengatakan rendahnya nilai impor dari Israel tersebut dikarenakan jenis produk yang bernilai murah, seperti kondensor, turbin kecil, bekas senjata berbahan tembaga dan alumunium, dan bahan-bahan kimia.

"Contohnya besi, di sana (Israel) mengirim kita besi bekas yang nanti kita olah lagi. Kalau kita boikot ya kita bisa produksi besi sendiri atau kita cari di negara lain," imbuhnya.

Para demonstran berorasi menolak keberadaan Israel.
Kesepakatan Negara OKI Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta menghasilkan dua dokumen kesepakatan yaitu Resolusi dan Deklarasi Jakarta.

Resolusi berisi mengenai posisi kemerdekaan Palestina, sedangkan Deklarasi Jakarta berisi adanya langkah-langkah konkret OKI untuk memperjuangkan kebebasan Palestina. Salah satu poin dalam Deklarasi Jakarta adalah mengajak seluruh negara OKI untuk memboikot produk-produk milik Israel.(*JU)

Sumber: Merdeka.com

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER