Iran Serukan Umat Islam Seluruh Dunia Melawan Amerika dan Israel - Jurnal Ummah
Load more

Iran Serukan Umat Islam Seluruh Dunia Melawan Amerika dan Israel

Shares ShareTweet

Para pengunjuk rasa Iran membakar bendera Israel dan AS dalam acara tahunan anti-Israel Al-Quds, Jerusalem, Day di Teheran, Iran, Jumat, 8 Juni 2018 (Foto: AP / Ebrahim / Noroozi)
"Kami siap untuk membela kepentingan rakyat Saudi terhadap terorisme, agresi dan negara adidaya dan kami tidak meminta USD450 miliar untuk melakukannya,"
TEHERAN -- Iran kembali melontarkan pernyataan berani terhadap musuh bebuyutannya, Amerika Serikat (AS). Dalam konferensi internasional tentang persatuan Islam di Teheran, Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu melawan Amerika dan zionis Israel.

Rouhani menegaskan, komunitas Muslim sudah semestinya tidak menggelar karpet merah untuk penjahat. Komentar pemimpin negeri para Mullah itu secara tidak langsung menyindir Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya yang menjadi sekutu dekat Amerika Serikat.

Iran dan Arab Saudi adalah rival regional dan telah mendukung pihak yang berseberangan dalam konflik di Suriah dan Yaman. Kedua negara itu juga memberi dukungan kepada faksi politik yang berbeda di Irak dan Lebanon.

"Tunduk pada Barat yang dipimpin oleh Amerika akan menjadi pengkhianatan terhadap agama kita dan terhadap generasi masa depan di wilayah ini. Kita punya pilihan untuk menggelar karpet merah untuk para penjahat, atau untuk melawan ketidakadilan dan tetap setia kepada Nabi, Alquran dan agama Islam kita," kata Rouhani, dikutip dari Reuters, (24/11/2018)

Amerika memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran, setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir internasional 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).

Dalam kesepakatan internasional yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015 itu, Iran setuju mengekang program nuklirnya dengan imbalan sanksi atau embargo ekonomi terhadap Teheran dicabut.

Presiden Iran Hasan Rouhani mendesak persatuan Muslim melawan "permusuhan" AS, Israel. (Foto: therahnuma.com)
"Kami siap untuk membela kepentingan rakyat Saudi terhadap terorisme, agresi dan negara adidaya dan kami tidak meminta USD450 miliar untuk melakukannya," kata Rouhani, menyindir kontrak pembelian peralatan militer antara Arab Saudi dengan Amerika Serikat.

Zionis Israel 'Tumor Kanker' di Timur Tengah

Pemimpin Iran juga mengecam entitas penjajah terlama di Timur Tengah, yakni Israel. Hassan Rouhani menyebut Israel sebagai "tumor kanker" yang didirikan oleh Barat untuk memajukan kepentingan mereka di Timur Tengah.


"Salah satu hasil yang tidak menyenangkan dari Perang Dunia II adalah terbentuknya tumor kanker di wilayah Timur Tengah," kata Rouhani seperti dilansir dari ABC News.

Iran menganggap Israel sebagi 'rezim palsu' yang menjadi kepanjangan tangan Barat di Timur Tengah. Rouhani mengatakan bahwa Amerika memupuk hubungan erat dengan negara-negara Muslim regional untuk melindungi Israel, tunduk pada tekanan Amerika adalah "pengkhianatan."

"Kami menganggap Anda sebagai saudara," katanya. "Kami menganggap orang-orang Mekkah dan Medinah saudara-saudara kami," tambahnya, mengacu pada dua kota suci Islam di Arab Saudi.

Lebih jauh , Iran bahkan siap untuk membela Arab Saudi dari kekuatan super negara adidaya dan kekuatan Barat lainnya di Timur Tengah, jika negara-negara Arab konsisten berdiri menentang hegemoni AS dan Israel di kawasan tersebut.

Arab Saudi dan sejumlah negara Arab Teluk menganggap Republik Islam Iran sebagai musuh bebuyutan. Teheran dianggap sebagai negara ambisius yang ingin menancapkan pengaruhnya di seluruh kawasan Timur Tengah.

Rakyat Iran membakar bendera Israel dan Amerika selama demonstrasi menentang keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Foto: nileinternational.net)
Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran hampir tiga tahun lalu setelah para pengunjuk rasa Iran menyerbu pos diplomatiknya sebagai tanggapan atas eksekusi kerajaan terhadap seorang ulama Syiah terkemuka. Kedua negara juga mendukung pihak yang berseberangan dalam perang di Suriah dan Yaman.

Namun, permusuhan antara Iran dengan negara-negara Arab sebagian besar diprovokasi oleh Amerika, Barat dan Israel. Untuk melawan Iran, negara-negara Barat menyuplai persenjataan besar-besaran kepada setiap negara Arab di Timur Tengah yang menjadi musuh Iran. 


Ironisnya kerajaan-kerajaan Arab feodal di Timur Tengah yang selalu merasa kekuasaannya terancam, justru semakin memperkuat hubungan dengan Barat, bahkan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel yang hingga kini masih menjajah Palestina. (ju)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER