Israel Hancurkan Masjid di Palestina untuk Dijadikan Museum - Jurnal Ummah
Load more

Israel Hancurkan Masjid di Palestina untuk Dijadikan Museum

Shares ShareTweet

Tentara Israel mengusir penduduk Palestina saat akan melaksanakan sholat di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerussalem. (Foto: Istimewa)
YERUSSALEM -- Penjajahan Zionis Israel terhadap bangsa Palestina hingga kini belum juga berakhir. Israel dengan dukungan tanpa batas dari Amerika Serikat dan Uni Eropa bahkan kini semakin memperkuat posisinya dalam menjajah seluruh tanah bangsa Palestina.

Meski bangsa Palestina dengan keterbatasan yang ada hingga kini terus berjuang dalam mempertahankan negeri mereka, tetapi semua upaya itu akan langsung dihancurkan oleh Israel dengan tanpa ampun dan belas kasihan.

Salah satu cara sistematis yang dilakukan Israel dalam menghancurkan Umat Islam di Palestina adalah dengan mengusir secara perlahan-lahan warga Palestina dari tanah kelahiran mereka sendiri.

Israel juga berusaha menghilangkan identitas Islam dari tanah Palestina, dengan merusak bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Islam, yang diantaranya adalah masjid-masjid yang dibangun pada masa kekhalifahan terdahulu.

Seperti diketahui, tak hanya Masjid al-Aqsha, Yerussalem, mewariskan banyak masjid-masjid bersejarah. Pembangunan masjid di Palestina secara umum, mulai digalakkan oleh khalifah Umar bin Khatab.


Terutama pascapenaklukkan Kota Suci tiga agama samawi tersebut, pada 15 H/ 636 M. Masjid mulai berdiri di sejumlah kota di antaranya, Caesarea, Sebastia, Jaffa, dan Ajnadayn.

Pada dekade berikutnya, dinasti Islam yang berkuasa mengintensifkan pembangunan masjid atau sekadar merenovasi yang sudah ada. Masjid-masjid tersebut pun difungsikan sebagai pusat aktivitas keagamaan, sosial, dan pendidikan, bahkan kenegaraan.

Tapi miris, nasib mengenaskan menimpa Majid Qal’ah (Benteng) yang berada di Yerussalem. Masjid yang dibangun oleh Sultan al-Nashir Muhammad bin Qalawun, salah satu penguasa Dinasti Mamluk ini pada 1310 M, kini diubah menjadi Museum Benteng Dawud oleh Zionis Israel setelah direbut dari rakyat Palestina pada Perang 1967.

Lokasi situs bersejarah ini terletak di dalam benteng kawasan kampung lama, Yerussalem, di Perempatan Armenia.

Masjid ini menjadi saksi sejarah penting kejayaan dinasti Islam di Palestina. Pada 1532, Pemerintah Ottoman, merenovasi masjid ini dan menambahkan menara azan. Dan kini, suara azan tak lagi menggema melewati celah-celah menara tersebut. (*JU)

Sumber: Republika

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER