Komandan Milisi Kristen Pembantai Muslim CAR Akhirnya Ditangkap - Jurnal Ummah
Load more

Komandan Milisi Kristen Pembantai Muslim CAR Akhirnya Ditangkap

Shares ShareTweet

Komandan milisi Kristen, Alfred Yekatom ditangkap oleh angkatan bersenjata CAR. Yekatom diekstradisi ke Den Haag untuk diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan. (Foto: AFP)
"Dia diduga bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan dalam konteks ini di berbagai lokasi di CAR, termasuk Bangui dan Prefektur Lobaye, antara 5 Desember 2013 dan Agustus 2014,"
BANGUI -- Komandan milisi Kristen di Republik Afrika Tengah (CAR), yang menjadi dalang pembantaian umat Islam di negara tersebut, akhirnya ditangkap. Tersangka penjahat CAR, Alfred Yekatom yang dijuluki 'Rambo' itu, telah diserahkan ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Belanda.

Yekatom yang pernah menjadi anggota parlemen CAR, adalah seorang komandan militer yang membawahi para milisi Kristen selama konflik. Dia memerintahkan pembantaian, deportasi dan penyiksaan terhadap komunitas Muslim di CAR.

Kejahatannya terendus komisi penyelidikan PBB untuk penindakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Yekatom pada 11 November 2018.

"Karena tuduhan tanggung jawab pidana untuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di CAR barat antara Desember 2013 dan Agustus 2014. Yekatom diserahkan ke pengadilan oleh otoritas Republik Afrika Tengah," bunyi pernyataan ICC, dikutip dari Reuters, Minggu (18/11/18).

Hakim ICC menyatakan Yekatom diduga memerintahkan anggota kelompok bersenjata yang beroperasi dalam gerakan anti-Balaka, untuk melakukan serangan sistematis terhadap penduduk Muslim.

"Dia diduga bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan dalam konteks ini di berbagai lokasi di CAR, termasuk Bangui dan Prefektur Lobaye, antara 5 Desember 2013 dan Agustus 2014," bunyi pernyataan ICC, yang berbasis di Den Haag tersebut.

Yekatom menghadapi 14 dakwaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, penyiksaan, deportasi, pemenjaraan, penganiayaan, penghilangan paksa, dan perekrutan tentara anak di bawah usia 15 tahun.

Alfred Yekatom yang dijuluki 'Rambo' saat memimpin milisi Kristen CAR. (Foto: Istimewa)
Penjagal dari CAR

Alfred Yekatom, 43 tahun, yang memimpin sekitar 3.000 milisi Kristen, memerintahkan pasukannya untuk membunuh ribuan umat Islam CAR dalam serangan antara Desember 2013 dan Agustus 2014 di sekitar ibukota, Bangui. 


Selain memburu umat Islam, milisi Kristen pimpinan Yekatom juga menghancurkan masjid-masjid, institusi dan pemukiman muslim di CAR.

Umat Islam CAR akhirnya berusaha bangkit melawan serangan milisi Kristen. Pertempuran yang brutal terjadi, dan milisi muslim yang dinamai Seleka, berhasil merebut ibu kota Bangui.

Kekejaman Yekatom dan pasukannya bukan hanya menjadi teror dan momok menakutkan bagi muslim CAR, tetapi juga bagi pasukan PBB, LSM dan para aktivis kemanusiaan yang bertugas di negara miskin tersebut.

Koordinator kemanusiaan PBB di Republik Afrika Tengah Najat Rochdi menyambut baik penangkapan Yekatom itu. "Ini adalah hasil nyata dari perjuangan melawan kekebalan hukum dan dukungan yang diberikan kepada Pemerintah," katanya kepada ABC.

Republik Afrika Tengah telah dilanda konflik antaragama dan antaretnis sejak 2013. Konflik ini telah menewaskan ribuan orang dan memaksa ratusan lainnya untuk mengungsi. Diperkirakan seperlima dari 4,5 juta populasi CAR telah melarikan diri dari rumah mereka.

Dalam serangan baru-baru ini, lebih dari 40 orang tewas dan lusinan lainnya terluka setelah satu kamp kemanusiaan yang menampung 20.000 pengungsi di Alindao dibakar. Ribuan orang terpaksa melarikan diri ketika kamp itu dibakar, kata PBB.

"Kami telah menghitung 42 mayat sejauh ini, tetapi kami masih mencari yang lain. Kamp itu telah terbakar habis dan orang-orang lari ke semak-semak dan ke kamp-kamp IDP (pengungsi internal) di kota," kata politisi Alindao, Etienne Godenaha kepada Reuters.

Umat Islam CAR saat berlindung dari kejaran milisi Kristen di sebuah kamp pengungsian. (Foto: en.shafaqna.com)
Koordinator kemanusiaan PBB di Republik Afrika Tengah Najat Rochdi mengutuk serangan itu. "Lingkaran setan serangan berulang-ulang ini terhadap warga sipil tidak dapat diterima. Serangan semacam itu menyebabkan pengungsian dan ancaman tambahan," katanya kepada ABC.

Dia mengatakan, kelompok-kelompok bersenjata berpura-pura berkomitmen untuk dialog perdamaian sementara pada saat yang sama membunuh warga sipil dan petugas penjaga perdamaian. "Ketika membakar situs-situs IDP, ribuan orang tidak punya apa-apa dan anak-anak dan perempuan sekarat," katanya.

Insiden serupa juga terjadi di Batangafo. Serangan di bagian barat negara itu menewaskan seorang pasukan penjaga perdamaian PBB, dalam sebuah baku tembak dengan para milisi Kristen CAR.

Komandan penjaga perdamaian PBB di CAR mengutuk serangan itu, dan menyebutnya sebagai "pengecut." PBB memberikan peringataan keras, bahwa penargetan pasukan 'helm biru' bisa dianggap kejahatan perang. (ju)

Sumber: Reuters / ABC

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER