Merasa Dikhianati, Suriah Menolak Kembali Bergabung dalam Liga Arab - Jurnal Ummah
Load more

Merasa Dikhianati, Suriah Menolak Kembali Bergabung dalam Liga Arab

Shares ShareTweet

Jutaan penduduk Suriah memenuhi Ibu Kota Damaskus, melakukan aksi unjuk rasa untuk memberikan dukungan kepada presiden mereka Bashar Al Assad. (Foto: Istimewa)
"Liga Arab juga harus bertanggung jawab atas langkah-langkah yang memperparah krisis di Suriah dan menghambat upaya untuk mengatasinya,"
DAMASKUS --- Kemenangan yang terus diperoleh pemerintah Suriah dalam menghadapi kelompok oposisi dan ISIS, membuat negara-negara teluk yang tergabung dalam Liga Arab mulai melunak menghadapi Presiden Bashar Al Assad. 

Sejumlah anggota Liga Arab kembali berusaha membujuk pemerintah resmi Suriah untuk kembali bergabung dalam organisasi terbesar di Timur Tengah tersebut.

Namun, rayuan tersebut sepertinya bertepuk sebelah tangan. Merasa selama ini dikhianati oleh seluruh anggota Liga Arab, yang berusaha menjatuhkan Assad, Suriah mengatakan tidak tertarik untuk kembali ke Liga Arab selama kelompok itu didominasi oleh beberapa rezim yang berkonspirasi terhadap Damaskus dan dunia Arab.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan pada hari Jumat (15/7/16) bahwa Suriah "tidak berpikir" untuk kembali ke Liga Arab selama kelompok-kelompok anggota itu masih didominasi oleh "negara yang telah bersekongkol melawan Suriah," dan mereka yang bertanggung jawab untuk invasi di dunia Arab.

Sumber itu mengatakan Damaskus belum membuat permintaan untuk bergabung kembali dengan Liga Arab. Suriah juga menyatakan bahwa kelompok yang bertanggung jawab atas kekacauan di Libya juga berasal dari Liga Arab, kata sumber itu, atas perannya dalam intervensi militer di negara Arab.

Liga Arab juga harus bertanggung jawab atas langkah-langkah yang memperparah krisis di Suriah dan menghambat upaya untuk mengatasinya, sumber tersebut menambahkan.

Pernyataan itu datang dalam menanggapi pernyataan baru-baru ini yang dibuat oleh Sekretaris Jenderal Liga Arab di mana ia menetapkan ajakan dan prasyarat untuk Suriah jika ingin kembali ke Liga Arab.
Suasana sidang negara-negara yang tergabung dalam organisasi Liga Arab. (Foto: Istimewa)
Aboul Gheit sebelumnya mengatakan bahwa Suriah hanya dapat memiliki kembali keanggotaan di Liga Arab setelah mencapai konsensus antara pemerintah dan oposisi, menambahkan bahwa masalah Suriah sangat rumit dan pelik.

Dalam sambutannya Kamis (14/7), Aboul Gheit juga mengatakan Suriah tidak dapat mengambil bagian dalam KTT Arab di Nouakchott yang dijadwalkan akan digelar pada 25-26 Juli.

Assad Menang, Liga Arab Melunak

Sebelumnya, Suriah dan Liga Arab telah menyepakati peta jalan untuk mengakhiri perang dan kekerasan, dan pengumuman resmi direncanakan dikeluarkan pada Rabu di markas besar Liga Arab di Kairo, kata televisi negara Suriah.

"Suriah dan Liga Arab telah menyepakati naskah akhir yang mengkhawatirkan situasi di Suriah dan pengumuman resmi akan dilakukan di markas besar Liba Arab besok," kata laporan itu, Selasa, lapor AFP.

Pengumuman yang disiarkan di televisi negara Suriah dan diangkat oleh kantor berita resmi SANA itu dibuat saat para pejabat Liga Arab mengatakan mereka mengharapkan Damaskus akan memberikan jawabannya pada rencana untuk mengakhiri perang dan kekerasan di Suriah, pada Selasa.

Seorang diplomat Liga Arab mengatakan pada AFP di Kairo "telah ada persetujuan mengenai beberapa perubahan kecil, tapi delegasi Arab minta jawaban akhir pada Selasa terhadap usulan Arab itu". (*JU)


Sumber: Islamtimes/Antara

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER