MUI: Dalam 5 Tahun Misionaris Kristen Berhasil Murtadkan 2 Juta Umat Islam - Jurnal Ummah
Load more

MUI: Dalam 5 Tahun Misionaris Kristen Berhasil Murtadkan 2 Juta Umat Islam

Shares ShareTweet

Setiap tahunnya selalu ada saja pemberitaan umat Islam yang berhasil dimurtadkan atau masuk Kristen. Kalangannya pun semakin bertambah, mulai dari rakyat miskin, petani, pengusaha, guru, artis dan lain-lain. Namun, walaupun begitu tidak pernah ada penyelesaian yang jelas mengenai masalah ini. Biasanya heboh diberitakan, beberapa saat kemudian akan hilang begitu saja. Lalu apa yang sudah dilakukan umat Islam di Indonesia untung membendung gerakan Kristenisasi ini?
"Perkembangan kristen terpesat di dunia ada di Indonesia. 140 persen selama lima tahun. dan pemurtadan besar-besaran muslim ada di negara muslim terbesar di dunia, Indonesia. Dua juta pertahun murtad,"
JAKARTA -- Indonesia hingga saat ini masih menyandang predikat sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia. Tetapi sepertinya sebentar lagi predikat tersebut hanya tinggal nama, pasalnya menurut data riset dan survei berbagai lembaga penelitian, setiap tahunnya ribuan umat Islam murtad dan berpindah agama. Dan hampir 100 persen yang murtad masuk ajaran Kristen.

Anggota Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah mengatakan kristenisasi terpesat di dunia ada di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga termasuk negara Muslim dengan angka pemurtadan terbesar. Berdasarkan catatan MUI, sebanyak dua juta umat Islam murtad setiap tahunnya.

"Perkembangan kristen terpesat di dunia ada di Indonesia. 140 persen selama lima tahun. dan pemurtadan besar-besaran muslim ada di negara muslim terbesar di dunia, Indonesia. Dua juta pertahun murtad," ujar Anton di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/4). 

Anton juga menjelaskan presentase penduduk muslim saat ini mengalami penurunan. Menurut data yang dilansir, muslim Indonesia berjumlah 73 persen dari seluruh penduduk yang ada. Tahun 1950 presentase umat muslim sebanyak 99 persen kemudian menurun hingga setelah reformasi. 

Pemurtadan Menyasar Daerah Pedesaan

Sejalan dengan temuan data MUI, fenomena umat Islam pindah agama terjadi di Kampung Suruhan, Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Fenomena itu pun dinilai menjadi pekerjaan rumah bagi umat Islam untuk membentengi akidah Muslim, baik di pedesaan maupun perkotaan, dari ancaman pemurtadan.
Anggota Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah. (Foto: Istimewa)
Karena itu, Ketua Lembaga Koordinasi Gerakan (LKG) Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Solo Raya Abdul Wahab mengungkapkan, pihaknya mengadakan safari TPQ. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu hingga Ahad, (12-13/3) di Kampung Suruhan, tepatnya di TPQ Nurul Iman. 

"Sebelumnya seluruh masyarakat Suruhan semua Muslim, kemudian ada lima kepala keluarga (KK) yang murtad," ujar Ketua LKG Solo Raya kepada Republika.co.id, Selasa (15/3).

Menurut Wahab, Safari TPQ merupakan salah satu bentuk kepedulian LKG TPQ Solo Raya terhadap kasus murtad ataupun pemurtadan di desa maupun di kota, di Solo Raya dan sekitarnya. Ini merupakan program pembentengan akidah santri TPQ dari gempuran kristenisasi.

Data Akan Lebih Diteliti

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenag Abdul Rahman Mas'ud mengatakan pihaknya akan mempelajari temuan Irjen Pol (Purn) Anton Tabah terkait dua juta umat Islam yang murtad tiap tahun. Rahman mengaku, Kemenag hingga saat ini belum memiliki data seperti itu.

"Bisa kita agendakan penelitian terkait masalah itu, saya akan minta pusat kehidupan keagamaan untuk mengkaji dulu," ujar dia seperti dilansir Republika.co.id, Ahad (24/4).

Seorang misionaris sedang membujuk seorang ibu muslimah di keramaian kota Jakarta. Saat ini para misionaris semakin berani melancarkan aksinya untuk memurtadkan umat Islam dari berbagai kalangan di Indonesia. umumnya yang menjadi sasaran utama adalah umat Islam dengan kondisi ekonomi miskin atau fakir, karena akan sangat mudah dibujuk dengan uang, dan fasilitas lainnya yang mereka berikan. (Foto: Istimewa)
Sedangkan Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, kalau data tersebut benar maka ini merupakan sebuah masalah besar bagi pemimpin Muslim. 

"Para pemimpin Muslim harus melakukan introspeksi mengenai strategi dakwahnya selama ini dan model dakwah yang tepat untuk menjangkau masyarakat secara luas. Intropeksi harus dilakukan internal umat Islam sendiri," jelas dia.

Karena selama ini dakwah organisasi Islam hanya menekankan seremonial dan ceramah dari kota ke kota saja. Dia menjelaskan, dakwah umat Islam kurang menjangkau persoalan masyarakat dengan solusi Islami. Banyaknya Muslim yang berpindah agama bisa saja karena faktor ekonomi dan sosial. (*JU)

Sumber: Republika.co.id

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER