MUI Kecam Ustadz Pasang Tarif, Glamor dan Ribut dengan Jamaah - Jurnal Ummah
Load more

MUI Kecam Ustadz Pasang Tarif, Glamor dan Ribut dengan Jamaah

Shares ShareTweet

Keresahan masyarakat terkait dengan maraknya kehadiran ustadz artis di media televisi, mendapat perhatian khusus dari MUI. Selain memasang tarif sangat tinggi, ribut dengan jamaah, ustad artis juga memperlihatkan kehidupan glamor, yang bagi kebanyakan masyarakat itu tidak pantas dilakukan. (Foto: Istimewa)
"Kalau mahal nggak usah diundang, karena kalaupun ustaz yang bener-bener ustaz, tidak mungkin dia menjual ilmunya, tidak mungkin pakai tarif-tarif. Gak mungkin, karena semangatnya itu semangat menyampaikan ilmu, bukan mengambil profit dari kebutuhan orang. Orang yang masang seperti itu pasti bukan ustaz,"
JAKARTA -- Fenomena ustaz dan ustadzah selebritis sangat marak akhir-akhir ini. Seringkali mereka tampil di televisi memberikan tausiyah kepada khalayak. Namun, maraknya ustad ataupun ustadzah yang memasang tarif selangit pada acara-acara baik on air maupun off air meresahkan para jamaah yang ingin mengundangnya apada acara-acara keagamaan.

Aktivitas menyiarkan agama yang dilakukan para Ustadz artis tersebut, mulai dipertanyakan oleh kalangan masyarakat akhir-akhir ini.

Seperti contoh, pada pertengahan tahun 2013 lalu ustad selebritis Sholeh Mahmud akrab di sapa Solmed membatalkan kehadiran dan meminta kenaikan tarif yang dinilai sudah keterlaluan.


Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan bahwa terminologi ustaz dan ustadzah di kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia telah berubah.

"Jadi kalau di Timur Tengah yang disebut dengan ustaz itu kalau mereka sudah profesor atau doktor. Kalau di pesantren di sebut ustaz itu kalau sudah lulus nyantrinya, lalu jadi guru karena kualifikasinya oleh pesantren itu lalu diangkat menjadi ustaz," kata Cholil, Rabu (4/5), seperti dikutip dari merdeka.com

Nah sekarang ini terminologi ustaz sudah berubah bukan karena kualifikasinya. Oleh karena itu, kembalikan yang sebenarnya, orang yang disebut ustaz itu memiliki kualifikasi ilmu keagamaan yang baik, mengajarkan kepada orang lain," imbuhnya.
Pertengkaran seorang Ustadz artis dengan jamaahnya, yang menjadi pemberitaan media massa. (Foto: Istimewa)
Di lanjutkanya, mengenai ustaz dan ustadzah yang memasang tarif tinggi untuk memberikan tausiyah baik secara on air maupun off air, ia berkesimpulan bahwa yang diundang masyarakat itu adalah pemandu acara-acara keagamaan.

"Kalau ngasih tarif tinggi kan ya nggak laku mbak, mereka itu biasanya hanya pemandu ustaz acara-acara keagamaan. Menurut saya masyarakat yang harus cerdas. Belajarlah ilmu agama itu pada orang yang mampu," sambung Cholil.

Cholil pun menyarankan agar masyarakat untuk tidak mengundang apabila ustaz tersebut memasang tarif tinggi pada suatu acara keagamaan untuk memberikan tausiyah.

"Kalau mahal nggak usah diundang, karena kalaupun ustaz yang bener-bener ustaz, tidak mungkin dia menjual ilmunya, tidak mungkin pakai tarif-tarif. Gak mungkin, karena semangatnya itu semangat menyampaikan ilmu, bukan mengambil profit dari kebutuhan orang. Oleh karena itu masyarakat yang cerdas hendaklah menyadari, orang yang masang seperti itu pasti bukan ustaz," tutupnya.

Memasang Tarif Sangat Tinggi
 

Ustadz dan ustadzah selebritis biasanya mematok harga tinggi saat berdakwah. Tarif puluhan juta yang biasanya mereka patok, dianggap mayoritas masyarakat itu tidak wajar.

Sebagian masyarakat lainnya beranggapan bahwa seharusnya dakwah yang dilakukan oleh sang ustaz harus ikhlas karena membagikan ilmu yang didapatnya kepada orang lain.

"Ya memang kan ustadz gak boleh patokin harga seenaknya, bukannya ada semboyan 'sampaikanlah walau satu ayat'? Kalau satu ayat ada tarifnya, ya mending saya beli buku agama saja mbak, daripada dengerin ustaz ceramah," ucap salah seorang warga Jakarta, Umi Fatonah (47), Kamis (5/5).
Ustadz artis dalam pemberitaan media massa. (Foto: Istimewa)
Hal senada disampaikan oleh Aan, pria lajang 30 tahun. Menurutnya boleh-boleh saja ustaz atau ustazah mendapatkan honor dalam berdakwah. Tapi kalau mereka sudah pasang tarif terlebih tarifnya selangit, mending mengundang ustaz lain saja yang lebih ikhlas mengamalkan ilmunya dan tidak mata duitan.

"Pendakwah harus jadi panutan. Jangan sampai justru menjadi mata duitan," ujar Aan.

Hidup Glamor, Ustad Artis Bukanlah Guru Agama

Sosiolog sekaligus wakil rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengatakan bahwa ustadz merupakan seorang guru yang mengajarkan ajaran agama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.


Banyaknya ustaz yang sering muncul di media baik televisi, cetak dan elektronik membentuk asumsi bahwa mereka adalah ustaz selebritis.

"Memang tidak selamanya seorang ustaz harus menyampaikan dakwahnya di dalam masjid, mereka (ustaz) bisa menyebarkan ajaran-ajaran agama melalui media, seperti televisi dan media elektronik. Namun, dia tetap harus menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru, " tutur Musni, Jumat (15/7).

"Ustaz itu hanya penamaan saja, hanya label saja. Ustadz itu memiliki tugas dan fungsi sebagai pencerah dan penyadar masyarakat agar para muslim selalu dalam ajaran-ajaran agama Islam. Mereka mencerdaskan masyarakat untuk menjadikan masyarakat yang hebat," ungkapnya, seperti dilansir Merdeka.com.

Para ustaz selebritis tersebut kadang-kadang menampilkan keglamouran dan materi yang berlimpah kepada publik melalui sorotan media. Banyak cibiran-cibiran di kalangan masyarakat apabila mereka memasang tarif tinggi dalam berdakwah hanya untuk memperkaya diri sang ustadz artis tersebut.
Salah satu atraksi Ustadz artis di televisi, yang sering tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman. (Foto: Istimewa)
Derry Sulaiman mantan gitaris band thrash metal, Betryer. Dia mengatakan bahwa ustaz yang memasang tarif sebelum berdakwah hukumnya adalah haram.

"Dakwah pasang harga buat saya haram. Biasanya artis yang minta upah bukan ustadz. Kalau ustadz terkenal ada manajemen, harus diluruskan lagi. Ustaz apa artis?," ujarnya saat ditemui di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (8/6).

Dia mengaku tersinggung ketika ada seseorang yang ingin mengundangnya untuk berdakwah, namun menanyakan berapa tarif yang harus dibayarkan kepada Derry. Dia pun berkata akan lain persoalannya jika mengundangnya untuk bernyanyi.

"Jadi kalau ngundang saya dakwah, kasih tahu saja alamatnya, biar nanti saya datang sendiri. Kalau kebutuhan keluarga saya tercukupi, buat anak jajan, saya akan datangi dengan biaya sendiri. Kalau cukup, kita datang bersama rombongan," pungkasnya.[*JU] 

*Berbagai sumber

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER