Organisasi Misionaris Ingin Kalahkan ISIS dengan Bom Injil - Jurnal Ummah
Load more

Organisasi Misionaris Ingin Kalahkan ISIS dengan Bom Injil

Shares ShareTweet

Sebuah organisasi misionaris Kristen bertekad akan ikut melawan ISIS dengan cara menghujani kelompok ISIS dengan bom Injil. Pihak Gereja berencana menggunakan pesawat drone menerbangkan Injil ke setiap posisi ISIS, dengan tujuan agar ISIS tertarik untuk masuk agama Kristen. (foto: Youtube)
"Alkitab yang kami kirim sebesar kotak obat dan memiliki layar display. Tidak butuh listrik sehingga akan menyala dengan sendirinya,"
STOCKHOLM -- Marah dengan pembunuhan dan penyaliban sejumlah pastor yang ditangkap kelompok teror ISIS, sebuah organisasi gereja di Swedia ingin menghujani posisi kelompok ISIS dengan kitab Injil dari atas langi. 

Hal ini disampaikan Gereja Injili World of Lives (Livets Ord). Mereka ingin menyebarkan pesan perlawanan kepada kelompok tersebut, sekaligus untuk menyebarkan ajaran Kristen di seluruh Timur Tengah.

Gereja Kristen yang berbasis di Swedia itu akan menyebar Alkitab elektronik dengan drone di wilayah kekuasaan ISIS di Irak. Rencana itu diumumkan Pendeta Joakim Lundqvist di akun Instagram. "Mari berdoa pesan kasih Tuhan dalam Kristus Yesus akan mengalahkan kegelapan dan kebencian," tulis Lundqvist, seperti dimuat Breitbart, Rabu (10/8/16).

Adapun Injil yang akan disebar adalah Injil berbentuk elektronik dengan ukuran sebesar kotak obat. "Alkitab yang kami kirim sebesar kotak obat dan memiliki layar display. Tidak butuh listrik sehingga akan menyala dengan sendirinya," ujar Direktur Misi Livets Ord, Christian Akerhielm.


Ia mengaku terinspirasi dari misionaris Kristen di era Perang Dingin dengan menyelundupkan Alkitab ke Uni Soviet. Livets Ord berencana melakukan aksinya itu pada musim gugur. Mereka tidak akan melakukannya sendirian, tetapi lewat drone milik kelompok yang melakukan serangan udara ke ISIS di Irak.

Livets Ord dalam situs resminya menuturkan, rencana itu adalah perwujudan ambisi mereka di Timur Tengah. Sesuai penuturan dengan mitra mereka di kawasan tersebut, kebangkitan spiritual, terutama Iman Kristen di Timur Tengah cukup tinggi. Demikian halnya permintaan terhadap Alkitab atau Injil yang menjadi kitab suci umat Kristiani.

ISIS Salib Pastur Katolik dan Bakar Injil

Sebelumnya, Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim telah menyalib seorang pastur Katolik Roma pada Jumat Agung, 25 Maret lalu. Pastur ini diculik ISIS bulan ini saat penyerbuan rumah jompo Katolik di Yaman.

Pastur Thomas Uzhunnalil. (Foto: istimewa)
Seperti dilansir International Business Times, Selasa (29/3/2016), pastur Thomas Uzhunnalil yang berasal dari India ini diculik ISIS pada 4 Maret lalu. Saat itu, Uzhunnalil ditugaskan di rumah jompo yang dikelola oleh Yayasan Amal Misionaris Bunda Teresa di Yaman.

Penyerbuan di rumah jompo Katolik itu sendiri menewaskan 16 biarawati dan perawat. Juru bicara yayasan tersebut, Sunita Kumar, menyebut sang pastur diborgol dan dibawa kabur oleh penyerang rumah jompo yang ada di wilayah Aden tersebut.

Militan ISIS dalam pernyataannya mengklaim mereka telah membunuh pastur Uzhunnalil sama seperti bangsa Romawi membunuh Yesus, yakni disalib. Oleh penganut Nasrani, kematian Yesus di kayu salib disebut sebagai Jumat Agung.


Kardinal Kardinal Christoph Schönborn dari Vienna,  telah mengonfirmasi kematiannya pada saat memimpin misa malam Paska di Stephansdom, Austria, Sabtu (26/3/16).

Selain menyalib Pastur, ISIS juga merilis video yang berisikan anggota polisi syariat tengah melempar ratusan buku-buku Kristen dan Injil ke dalam kobaran api. Rekaman itu memperlihatkan kotak yang dipenuhi tulisan, pamflet dan Injil yang akan dibakar. Pamflet dan Injil tersebut mereka kumpulkan dari gereja-gereja dan sekolah di seluruh daerah.

Kelompok militan ISIS meyakini bahwa buku-buku milik 'orang kafir' dan harus dihancurkan. Pembakaran itu terjadi di Mosul, Irak Utara, daerah yang terjadi eksodus massal warga Kristen pasca ISIS mengambil alih wilayah itu pada Juni 2014 silam.

ISIS membakar sejumlah Injil dan perkamen yang berhasil mereka dapatkan.
Dilansir dari ISIS, aktivis media lokal Abdullah al-Mulla mengatakan kepada ARA Media Berita di Mosul bahwa Jihadis ISIS membakar ratusan buku Kristen di pusat Mosul, setelah mengumpulkan mereka awal pekan lalu yang diperoleh dari sekolah dan gereja kota.

"Para militan juga telah mengumpulkan banyak buku Kristen dari distrik Dawassa dekat Taman Martir dan dibakar di depan umum mereka," ujar Abdullah al-Mulla.

Organisasi ISIS sengaja mengejar dan mengeksekusi kelompok Kristen, karena jejaring misionaris selama ini terus dianggap berusaha menyebarkan ajaran Kristen di sejumlah negara di Timur Tengah, Seperti Irak, Suriah, Lebanon, Yaman, dan Arab Saudi. 

Dikabarkan, menurut data ISIS ribuan umat Islam di Timur Tengah berhasil mereka murtadkan dengan berbagai macam metode dan bujukan yang dilakukan kelompok misionaris Kristen. (*JU)

*Dari Berbagai Sumber

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER