Palestina Bergejolak, Arab Saudi Justru Perkuat Hubungan dengan Israel - Jurnal Ummah
Load more

Palestina Bergejolak, Arab Saudi Justru Perkuat Hubungan dengan Israel

Shares ShareTweet

Arab Saudi semakin memperkuat hubungan diplomatik di belakang layarnya dengan Zionis Israel. (Image: PressTV)
"Dia mengatakan bahwa dia meminta raja untuk mengundang (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu secara resmi ke Riyadh, dan dia meminta Pangeran Mohammed bin Salman, untuk datang dan mengunjungi Israel,"
RIYADH -- Ambisi Amerika Serikat (AS) menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel mendapat kecaman dan tentangan di seluruh dunia. 

Palestina kembali bergejolak, setidaknya hingga kini puluhan rakyat Palestina tewas ditangan aparat zionis saat melakukan unjuk rasa menentang keputusan tersebut. Namun, tindakan sebaliknya justru ditunjukkan Arab Saudi.

Negara terkaya di Timur Tengah tersebut justru semakin memperkuat hubungan diplomatiknya dengan Israel. Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa kerajaan tersebut memiliki "peta jalan" untuk membangun hubungan diplomatik penuh dengan rezim Tel Aviv.

Berbicara kepada televisi Prancis 24 pada Rabu (13/12) malam, Jubeir mengatakan Riyadh memiliki rencana untuk normalisasi hubungan dengan Tel Aviv jika ada kesepakatan antara Palestina dan entitas Israel.

Pada pertengahan November, harian Lebanon al-Akhbar menerbitkan sebuah surat rahasia tidak bertanggal dari Jubeir kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang mengajukan rencana untuk menormalisasi hubungan dengan Zionis Israel.

Menurut laporan tersebut, Riyadh dan Tel Aviv pertama-tama akan mencoba menyelesaikan sebuah solusi untuk konflik Israel-Palestina, yang secara signifikan akan mengimbangi kepentingan negara Palestina.


Setelah menyingkirkan isu Palestina, kedua rezim tersebut kemudian dapat fokus pada tujuan bersama mereka, yang membentuk aliansi melawan Iran, menurut laporan tersebut.

Walau seperti malu-malu, Israel sendiri mengakui kedekatan hubungan dengan Riyadh. Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz bahkan menginginkan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengunjungi Tel Aviv.

Katz mengungkapkan keinginannya dalam sebuah wawancara dengan sebuah situs berita yang dikelola Saudi, kata juru bicara menteri tersebut, Arye Shalicar, pada hari Rabu (13/12).

Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud. (Image: Anadolu Agency)
"Dia mengatakan bahwa dia meminta raja untuk mengundang (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu secara resmi ke Riyadh, dan dia meminta Pangeran Mohammed bin Salman, untuk datang dan mengunjungi Israel," kata AFP mengutip Shalicar.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak laporan tentang hubungan di balik layar antara Riyadh dan Tel Aviv, terlepas dari kenyataan bahwa Arab Saudi, bersama dengan negara-negara Liga Arab lainnya, tidak secara formal mengakui entitas penjajah itu.

Pada bulan November, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa Tel Aviv memiliki kontak rahasia dengan Arab Saudi. 


kedekatan dan semakin mesranya hubungan Arab Saudi dengan Israel terjadi saat Pangeran Mohammed bin Salman, yang terkenal sangat loyal dengan Amerika Serikat, berhasil menyingkirkan dan menangkap para pangeran lainnya dengan isu korupsi.(*JU)

Sumber: IslamTimes/AFP

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER