Pemerintah Filipina Larang Wanita Muslimah Gunakan Hijab - Jurnal Ummah
Load more

Pemerintah Filipina Larang Wanita Muslimah Gunakan Hijab

Shares ShareTweet

Para wanita muslimah di Filipina, mulai merasa terancam setelah adanya rencana larangan penggunaan hijab di negara tersebut. (Foto: Istimewa)
"Ini adalah sebuah pernyataan perang dan permusuhan terbuka kepada umat Islam di wilayah ini. Islam telah hadir sejak ratusan tahun di kawasan ini, sebelum negara Filipina terbentuk, tapi mereka justru memerangi kami. Tentu saja kami akan melawan,"
MANILA -- Kebencian terhadap Islam kini mulai berkembang di Filipina. Islamophobia di negara tetangga Indonesia itu justru bukan berkembang dari kalangan rakyatnya, namun diorganisir sejumlah petinggi pemerintahan.

Seperti yang diberitakan baru-baru ini, Otoritas di Kota Davao, Filipina, tengah berencana mengajukan pelarangan bagi perempuan Muslim menggunakan hijab di tempat keramaian. Hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya Islam di wilayah tersebut. 


Pemerintah kota Davao juga beralasan larangan juga ditujukan untuk mencegah terjadinya kembali kasus seperti ledakan di pasar malam Davao pada 2 September yang menewaskan 15 orang.

Seperti dilansir Inquirer, Kamis (15/9/16) Pusat Komando Keamanan dan Keselamatan Umum (PSsCC) Kota Davao menyatakan perempuan harus membuka hijab yang dikenakan dengan alasan protokol keamanan. Serta dilarang menggunakan hijab di pusat-pusat keramaian kota tersebut. Tentu saja rencana tersebut menuai kontroversi.

Namun, Direktur PSSCC Benito de Leon beralasan gagasan itu tidak bersifat diskriminatif. Pasalnya, kebijakan serupa juga berlaku bagi setiap individu yang mengenakan sesuatu yang dianggap dapat menyembunyikan identitasnya.

“Kami menginginkan orang-orang, ketika memasuki mal atau pertokoan lainnya untuk melepaskan topi, tudung kepala, kacamata, termasuk hijab untuk diinspeksi,” ujar De Leon.

Kelompok Suara Bangsamoro mengecam rencana tersebut. Mereka menilai langkah dari PSSCC tersebut adalah upaya membelenggu umat Islam, dan hanya akan memunculkan diskriminasi terhadap Muslim serta perlakuan tidak hormat terhadap Islam.

Para muda-mudi Islam Filipina berusaha terus mengsosialisasikan Islam kepada warga di negara tersebut, guna membendung terjadinya Islamophobia. (Foto: ucanews.com)
"Ini adalah sebuah pernyataan perang dan permusuhan terbuka kepada umat Islam di wilayah ini. Islam telah hadir sejak ratusan tahun di kawasan ini, sebelum negara Filipina terbentuk, tapi mereka justru memerangi kami. Tentu saja kami akan melawan," kata seorang pemimpin pergerakan Bangsamoro.

Filipina adalah negara dengan penganut Kristen mayoritas, namun di wilayah selatan Filipina, agama Islam justru menjadi agama mayoritas. Sikap diskriminasi yang diterima umat Islam di negara tersebut menimbulkan sejumlah pemberontakan yang dilakukan umat Islam guna meminta keadilan di tanah air mereka sendiri.

Saat ini, agama Islam mulai berkembang dengan pesat di Filipina, tapi pihak gereja menganggap ini sebagai sebuah ancaman. Adanya desakan untuk membatasi dan membendung gerakan Islam sudah bergaung sejak lama, dan kini mendapat momennya setelah Rodrigo Duterte, sosok paling anti-Islam berhasil menduduki kursi kepresidenan Filipina.(*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER