Putin: Kaum Yahudi Ada di Belakang Kecurangan Pemilu Amerika - Jurnal Ummah
Load more

Putin: Kaum Yahudi Ada di Belakang Kecurangan Pemilu Amerika

Shares ShareTweet

Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan pernyataan bahwa kelompok Yahudi kemungkinan merupakan pihak yang berada di belakang kecurangan-kecurangan pemilihan presiden di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut langsung menimbulkan kemarahan dari kalangan Yahudi.
”Mungkin mereka bahkan bukan orang Rusia. Mungkin mereka orang Ukraina, Tatar, Yahudi, yang hanya dengan kewarganegaraan Rusia. Bahkan itu perlu diperiksa,”
MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah wawancara dengan NBC News, mengeluarkan pernyataan yang menggemparkan, dengan menyebut orang Yahudi berbagai negara termasuk yang di Rusia, berada di belakang campur tangan pemilu presiden Amerika Serikat (AS).

Menurut Putin orang-orang Yahudi yang diduga mengganggu pemilu AS hanya “mendompleng” statusnya sebagai warga Rusia. Bahkan, Putin mencurigai kelompok Yahudi tersebut justru didanai oleh pemerintah AS sendiri.

”Mungkin mereka bahkan bukan orang Rusia. Mungkin mereka orang Ukraina, Tatar, Yahudi, yang hanya dengan kewarganegaraan Rusia. Bahkan itu perlu diperiksa,” kata Putin kepada NBC seperti dikutip dari Independent, Minggu (11/3/2018).

Rusia selama ini kerap disebut-sebut ikut campur dalam pemilu presiden AS yang dimenangkan oleh Donald Trump. Bulan lalu, FBI mendakwa 13 orang Rusia dan tiga perusahaan atas perannya apa yang diklaim sebagai aksi perang siber yang berbasis di kota Rusia St. Petersburg.

Tapi Putin mengatakan bahwa ia "tidak peduli" jika mereka orang Rusia, karena bertindak bukan atas nama pemerintah.

"Memang kenapa kalau mereka orang Rusia? Ada 146 juta orang Rusia. Terus? Mereka tidak mewakili kepentingan negara Rusia. Mungkin mereka memiliki kewarganegaraan ganda. Atau mungkin Green Card. Mungkin orang Amerika yang membayar mereka untuk pekerjaan ini. Bagaimana Anda tahu? Saya tidak tahu," tegas Putin.


Putin mengatakan bahwa bahkan jika penyelidikan FBI menemukan bahwa warga negara Rusia dan perusahaan-perusahaan tersebut bersalah karena ikut campur dalam pemilihan di AS, hal itu mungkin tidak berarti sebuah kejahatan di Rusia.
Presiden Rusia, Vladimir Putin saat bertemu dengan warga komunitas Yahudi. (Foto: istimewa)
"Kami di Rusia tidak dapat mengadili siapapun selama mereka tidak melanggar hukum Rusia. Beri kami permintaan resmi., dan kita akan melihatnya," katanya.

Sementara, Presiden AS Donald Trump telah tegas menolak tuduhan bahwa kampanyenya berkolusi dengan Moskow, dan menambahkan bahwa jika hal itu tidak menimbulkan kejahatan. 


Namun, kubu opisisi anti-Trump tetap bersikukuh, dengan selalu menjadikan laporan CIA, yang menyebutkan bahwa Moskow mencampuri pemilihan presiden AS pada 2016, dengan membocorkan komunikasi Partai Demokrat yang dibajak dan membanjiri media sosial dengan informasi yang keliru.

Yahudi Marah Besar


Pernyataan Presiden Putin terkait keterlibatan Yahudi yang mengganggu hasil pemilu di AS dengan cara curang, langsung menimbulkan kemarahan kalangan Yahudi. Kelompok Yahudi dan para politisi AS tersinggung dengan komentar Presiden Rusia tersebut.

Pemimpin Anti-Defamation League, Jonathan Greenblatt mengecam komentar Putin yang dia anggap bernuanasa anti-Semit.

”Presiden Putin dengan aneh telah memilih untuk menyalahkan permainan dengan menunjuk pada orang Yahudi dan minoritas lainnya di negaranya,” ujar Greenblatt dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The Washington Post, Senin (12/3/2018).


Sedangkan The American Jewish Committee (Komite Yahudi Amerika) membandingkan komentar Putin dengan “Elders of Zion”, sebuah dokumen yang diterbitkan di Rusia pada tahun 1903 yang mengklaim bahwa orang-orang Yahudi merencanakan untuk mengambil alih dunia. 

Dokumen itulah yang dianggap memicu kekerasan terhadap orang-orang Yahudi di seluruh Eropa.
Sebuah spanduk yang memperlihatkan sebuah foto Presiden Putin yang dicoret menyerupai pemimpin Nazi, Adolf Hitler, dalam sebuah aksi unjuk rasa anti-Putin di kota Moskow pada tahun 2012 lalu. (Foto: istimewa)
Senator AS dari Partai Demokrat, Richard Blumenthal juga ikut mengecam komentar Putin. ”Komentar Putin yang menjijikkan patut dikecam, tepat dan segera oleh para pemimpin dunia,” kata Blumenthal di Twitter. ”Mengapa (Donald) Trump diam?,” ujar Don Beyer, politikus Partai Demokrat dari Virginia, yang menuntut tanggapan dari Trump.

Hingga kini, Gedung Putih tidak menanggapi berbagai komentar itu. Presiden Trump menyatakan enggan mengkritik Putin atau menerima kesimpulan dari komunitas intelijen AS, bahwa Rusia memainkan peran dalam intervensi pemilu AS.

Yahudi selama ini selalu menjadikan peristiwa Holocaust sebagai alasan untuk mendapatkan keistimewaan di negara-negara Barat. Namun, sejumlah penelitian sejarah membuktikan bahwa, Yahudi terlalu membesar-besarkan peristiwa tersebut, dan bahkan ada sebagian informasi merupakan palsu atau direkayasa. (*JU)


Sumber: Independent / The Washington Post

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER