Saudi dan Amerika Usulkan Abu Dis Sebagai Pengganti Kota Yerusalem - Jurnal Ummah
Load more

Saudi dan Amerika Usulkan Abu Dis Sebagai Pengganti Kota Yerusalem

Shares ShareTweet

Kota Abu Dis, Palestina, terlihat di dekat tembok pemisah Israel di Tepi Barat. Kondisi warga di Kota Abu Dis berada dalam kungkungan penjara tembok, yang memisahkan pemukiman Yahudi dengan pemukiman warga asli Palestina. (Foto: Ahmad Gharabli / Foto AFP)
ABU DIS -- Kebijakan sembrono Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berencana menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota zionis Yahudi, mendapat tentangan dari seluruh dunia. 

Namun, jauh sebelum kehebohan terjadi, AS dan Arab Saudi ternyata telah menawarkan Abu Dis sebagai ibu kota Palestina, pengganti Yerusalem.

Kabar Abu Dis akan jadi ibu kota Palestina sudah lama jadi bahan pembahasan Saudi, Palestina, dan Amerika. Namun Abbas maupun Hamas mengeluarkan pernyataan tegas bahwa Yerusalem menjadi ibu kota Palestina, selamanya.


Baca juga: Arab Saudi Tawarkan Kota Pengganti Yerusalem ke Palestina

Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam dan Majelis Umum PBB telah menolak klaim sepihak Presiden AS Donald Trump. Mayoritas dunia Internasional tetap menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Abu Dis merupakan kota Palestina yang terletak berbatasan langsung dengan Yerusalem Timur. Kota tersebut berjarak sekitar 45 menit dari Yerusalem. Kota itu mayoritas dihuni umat Islam. Berdasarkan kesepakatan Oslo, Abu Dis dikategorikan sebagai wilayah B yang dikelola bersama Israel dan Otoritas Palestina.

Abu Dis menyimpan jumlah populasi sekitar 12 ribu penduduk berdasarkan sensus yang dilakukan tahun lalu. Kota yang dibatasi oleh tembok yang dibangun otoritas Israel itu terletak di sebuah situs kuno, dikelilingi oleh lembah-lembah yang dalam.

Di kota itu berdiri masjid tua Maqam Salah ad-Din dan di dalamnya terdapat makam tua dengan naskah puisi yang dibuat 1878. Di sana juga terdapat satu fasilitas pendidikan terkemuka yakni Al Quds University. Kantor pemerintahan Palestina dan sejumlah parlemen juga berdiri di kota tersebut sejak 1996.


Abu Dis juga merupakan salah satu kota wisata di Palestina. Kota tersebut memiliki banyak toko yang menjajakan makanan dan minuman yang memanjakan para tamu atau wisatawan.
Seorang pengunjuk rasa Palestina memukul tembok pemisah Israel dengan palu di kota Abu Dis pada Oktober 2015 (Foto: Reuters)
Kota ini juga cukup maju dalam hal perekonomian dan perdagangan. Kota kerap dikunjungi banyak wisatawan dari luar negeri yang berkunjung ke kota ini.

Meski terbilang ramai akan wisatawan, sayangnya, di kota itu tidak terdapat satu rumah sakit. Fasilitas kesehatan terdekat berjarak kurang lebih 30 kilometer dari Abu Dis.

Hal tersebut membuat warga harus berobat ke Yerusalem atau kota sekitar untuk mendapatkan perawatan medis. Meski demikian, untuk memasuki kawasan kota suci guna mendapatkan pengobatan pun, mereka harus mendapatkan izin dari otoritas Israel terlebih dahulu.

Satu-satunya fasiltas kesehatan di Abu Dis adalah pusat kesehatan Al-Maqasid Charitable Society. Meski demikian, fasilitas itu tidak memiliki ambulan ataupun menangani kebutuhan khusus pasien. Mereka juga tidak bisa menangani penyakit lanjutan.

Minimnya waduk air membuat kota tersebut bergantung pada suplai dari Perusahaan Air Minum Pemerintah Israel yang menguasai Tep Barat. Ini membuat negara zionis itu mengatur arus air ke kota tersebut. Warga kerap mengeluhkan kurangnya pasokan air.

Bagaimanapun Yerusalem merupakan kota Suci yang menaungi tiga agama. Di sana terdapat Kompleks Masjid Al-Aqsa yang menjadi kiblat pertama Muslim. Warga Kristen Palestina juga menginginkan agar Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina masa depan.

Arab Saudi hingga kini terus berupaya membujuk dan mempengaruhi para pemimpin Palestina untuk menerima tawaran tersebut. Saudi berharap, menjadikan Abu Dis sebagai ibu kota Palestina dapat mengakhiri konflik berkepanjangan dengan negara zionis. 


Namun, kebijakan Saudi tersebut mendapat kecaman di kawasan. Sejumlah pengamat meyakini, bujukan Saudi, dilatarbelakangi semakin dekatnya hubungan Saudi dengan Israel.
Musa Wohish, seorang warga Palestina, berjalan di reruntuhan rumah yang saudaranya yang hancur akibat diserang Israel di Abu Dis. (Foto: Heidi Levine via The National)
Abu Dis merupakan salah satu kota yang sering menjadi wilayah konflik di Palestina. Sudah berkali-kali pasukan zionis Israel melakukan serangan terhadap kota tersebut. Pada 25 Oktober 2018, Tentara Israel menyerbu kota Abu Dis, di distrik Yerusalem Timur yang diduduki, dan menyerang puluhan demonstran Palestina, melukai sebelas warga lainnya.

Sumber media di Abu Dis mengatakan beberapa jip tentara Istrael menyerbu kota dan menembakkan banyak peluru baja berlapis karet, bom gas dan granat gegar otak. Mereka menambahkan bahwa sebelas orang Palestina terluka oleh tembakan dan bom gas.

Invasi itu dilakukan dari beberapa arah, ketika banyak jip militer berlapis baja maju ke kota Palestina. Juga pada hari Kamis, prajurit Israel melukai banyak anak sekolah setelah menembakkan bom gas ke sekolah mereka, di kota Hebron, di bagian selatan Tepi Barat yang diduduki.

Menurut laporan mingguan PCHR Tentang Pelanggaran Hak Asasi Manusia Israel di Wilayah Pendudukan Palestina, dari tanggal 18 sampai tanggal 24 Oktober 2018, Israel telah menculik 15 warga Palestina di Abu Dis, dan seorang pemuda Palestina di Yerusalem. (*JU)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER