Sebarkan Paham Ateis, Para Blogger Diburu dan Dibunuh di Bangladesh - Jurnal Ummah
Load more

Sebarkan Paham Ateis, Para Blogger Diburu dan Dibunuh di Bangladesh

Shares ShareTweet

Para blogger yang sudah tewas dibunuh di Bangladesh. Menjadi incaran para kelompok garis keras yang berbeda pandangan dengan mereka. (Foto: Istimewa)
"Dua dari mereka membawanya ke kamar dan kemudian membantainya disana," kata wakil komisaris polisi Muntashirul Islam.
DHAKA -- Jika di Indonesia dunia blogging begitu maju pesat dan para blogger bisa dengan bebas mengeluarkan semua kreatifitas, opini maupun ilmunya melalui blog, berbeda dengan kondisi di Bangladesh. Di negara tersebut para blogger justru mendapatkan teror dari warganya sendiri.

Seperti yang terjadi baru-baru ini saat Nazimuddin Samad , seorang mahasiswa hukum Bangladesh yang mengutarakan pandangannya yang sekuler di media sosial dibunuh di ibukota Dhaka. 

Nazimuddin Samad dibacok dengan menggunakan parang di perempatan jalan hari Rabu (06/04) dan kemudian ditembak, menurut polisi.

Pria berumur 28 tahun itu merupakan pengelola sebuah kelompok sekuler Ganajagran Manch. Samad secara rutin memposting pesan di laman Facebook-nya menentang radikalisme agama di Bangladesh.

Menyusul serangan ini, ratusan mahasiswa berdemonstrasi menuntut agar pembunuh Samad segera dihukum. Menurut keterangan polisi, tiga pria menyerang Samad dari sebuah sepeda motor, seperti dilaporkan harian The Dhaka Tribune. 

Polisi belum menyebut nama penyerang ataupun adanya motif keagamaan dalam serangan ini.

Kondisi yang sama juga terjadi pada Niloy Neel, seorang blogger Bangladesh yang dikenal karena pandangan ateisnya dipenggal mati oleh kelompok bersenjata parang di ibu kota Dhaka, kata polisi. Niloy Neel diserang di rumahnya di daerah Goran kota tersebut.

Dia adalah blogger sekuler keempat yang dibunuh tahun ini diduga oleh kelompok militan Islamis di Bangladesh. Imran H Sarkar, pimpinan jaringan blogger Bangladesh Blogger and Activist Network mengatakan kepada BBC, Neel adalah suara logis anti-ekstremisme.

Nazimuddin Samad, Seorang blogger yang mati dibunuh di Bangladesh hanya karena mengutarakan pandangannya melalui media sosial. (Foto: Istimewa)
"Dia adalah suara menentang fundamentalisme dan ekstremisme, dia bahkan adalah suara bagi hak kelompok minoritas - terutama hak wanita dan penduduk pribumi," katanya.
Wartawan BBC Charles Haviland mengatakan sama seperti korban-korban sebelumnya, Neel bukan hanya sekuler tetapi seorang ateis, dengan latar belakang Hindu, bukannya Islam. 

Neel telah melapor ke polisi menyatakan kekhawatiran tentang keselamatannya, tetapi keluhannya tidak pernah ditindaklanjuti. Polisi mengatakan enam penyerang memasuki rumah Neel, berpura-pura ingin menyewa.

"Dua dari mereka membawanya ke kamar dan kemudian membantainya disana," kata wakil komisaris polisi Muntashirul Islam.

Warga Tidak Siap Menerima Perbedaan


Di Bangladesh sering terjadi beberapa serangan yang menewaskan blogger dalam setahun terakhir tetapi tak jelas siapa yang berada di belakangan penyerangan tersebut. Tahun lalu, empat orang blogger lain tewas dibunuh dengan parang, salah satu diantaranya di dalam rumahnya.

Selain itu sejumlah blogger terkemuka di Bangladesh juga telah menjadi korban pembunuhan kelompok keagamaan ekstrem sepanjang tahun lalu.

Mereka muncul dalam daftar '84 blogger ateis' yang dibuat oleh kelompok Islam radikal di tahun 2013 dan beredar luas. Secara resmi, Bangladesh merupakan negara sekuler dan pemerintah dikritik karena gagal melindungi warganya dari serangan. (*JU)

Sumber: BBC.Com

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER