Tentara Yesus Perkosa Puluhan Gadis Untuk Ritual Agama - Jurnal Ummah
Load more

Tentara Yesus Perkosa Puluhan Gadis Untuk Ritual Agama

Shares ShareTweet

Sejumlah warga berusaha bersembunyi di sebuah gereja untuk menghindari serangan dari kelompok bersenjata dan pemberontak. Hingga saat ini hampir tidak ada tempat yang aman bagi kaum wanita di Kongo agar terhindar dari tindakan pemerkosaan. (foto: Daily Mail)
"Dan ibu-ibu ini mengatakan bahwa mereka tak bisa tidur di malam hari karena takut anak-anak perempuannya akan diculik lagi,"
KINSHASA -- Kaum ibu yang tinggal di desa Kavumu, Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo, mungkin akan dihantui perasaan waswas ketika memiliki seorang anak gadis. Mereka harus sebisa mungkin melindungi putrinya dari jangkauan kelompok milisi Djeshi ya Yesu (The Army of Jesus).

Para milisi Djeshi ya Yesu kerap mengincar dan menculik gadis-gadis belia di Kavumu untuk diperkosa. Mereka berkeyakinan, ketika memperkosa gadis belia, mereka akan mendapatkan kekuatan supranatural di medan perang.

Keyakinan absurd ini telah menyebabkan banyak ibu di Kavumu terpaksa menahan getir. Antara tahun 2013 dan 2016, hampir 50 anak gadis diculik dari rumah mereka pada malam hari. Para gadis belia itu kemudian diperkosa, lalu dicampakkan begitu saja di ladang atau di balik semak-semak yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

Frederic Batumike adalah tokoh yang menjadi pemimpin kelompok Djeshi ya Yesu. Ia juga merupakan anggota parlemen provinsi. Batumike diketahui mempekerjakan seorang dukun di kelompoknya. 


Dukun inilah yang menyebarkan ajaran kepada para anggota Djeshi ya Yesu bahwa memperkosa gadis belia akan melindungi mereka dari serangan musuh.

Keyakinan ini kemudian berkembang dan mempengaruhi, tidak hanya anggota Djeshi ya Yesu, tapi juga otoritas keamanan Kavumu. Pada awal terjadinya kasus penculikan dan pemerkosaan, aparat berwenang di Kavumu kerap mengabaikan laporan dari para ibu yang kehilangan anaknya. 


Tak hanya itu, para aparat justru menuding balik para ibu dengan menyebutnya telah memberikan sendiri anaknya kepada para pemerkosa.

Denis Mukwege, seorang dokter yang telah berkali-kali dinominasikan untuk mendapatkan nobel perdamaian turut aktif dalam menangani para gadis yang menjadi korban pemerkosaan milisi Djeshi ya Yesu. Ia mengaku sangat prihatin kepada para korban karena dirinya tidak mampu memperbaiki organ dalam mereka.
Seorang wanita korban pemerkosaan saat dibantu oleh para sukarelawan. Salah satu bentuk kebrutalan pemerkosa adalah selain membunuh korban, pelaku biasanya membuang begitu saja korban dipinggri jalan setelah melakukan kejahatannya. (Foto: Boston.com)
Kendati demikian, pada Rabu (13/12) sebuah persidangan telah digelar untuk mengadili 12 milisi Djeshi ya Yesu yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap 37 gadis belia di Kavumu. Satu di antaranya termasuk Batumike selaku pemimpin kelompok Djeshi ya Yesu.

10 anggota Djeshi ya Yesu telah divonis bersalah karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan dan pemerkosaan. Dua lainnya, yang ternyata merupakan dukun, juga dinyatakan bersalah. 


Namun belum jelas apakah mereka dinyatakan bersalah karena turut memperkosa atau hanya karena memberi perintah atau instruksi kepada anggota Djeshi ya Yesu.

Hukuman yang dijatuhkan kepada para anggota milisi cukup menenangkan para ibu di Kavumu. Sebab tahun lalu, Felix Mugisho Maroyi, seorang aktivis yang membantu perjuangan para ibu yang anaknya diperkosa, pernah mengatakan, banyak anggota milisi Djeshi ya Yesu yang terlibat pemerkosaan masih melenggang bebas. 


"Dan ibu-ibu ini mengatakan bahwa mereka tak bisa tidur di malam hari karena takut anak-anak perempuannya akan diculik lagi," kata Maroyi.

Kasus pemerkosaan di Kavemu terjadi pada saat yang tidak menyenangkan bagi pemerintah. Sebab Kongo saat ini sedang berupaya membersihkan citra negaranya yang identik dengan pemerkosaan.

Citra ini tak bisa dilepaskan dari pernyataan yang pernah dilontarkan mantan perwakilan PBB untuk kekerasan seksual di daerah konflik Margot Wallstrm. Pada 2010, ia menyebut Kongo sebagai ibu kota pemerkosa di dunia.(*JU)

Sumber: Reuters

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER