Terdesak Kekurangan Dana, ISIS Jual Organ Tubuh Manusia - Jurnal Ummah
Load more

Terdesak Kekurangan Dana, ISIS Jual Organ Tubuh Manusia

Shares ShareTweet

Kalah diberbagai medan pertempuran, kekurangan dana untuk membiayai pergerakannya, dan semakin ditinggalkan para anggotanya sendiri, kini kelompok teroris ISIS menggunakan cara kejam untuk menciptakan ketakutan diantara para pasukannya, dengan mengeksekusi dan menjual organ tubuh para anggotanya yang berkhianat atau berusaha melarikan diri dari medan pertempuran. Penjualan organ tersebut juga ditujukan untuk mendanai kelompok teror tersebut.
”Unit medis khusus dari organisasi itu mencuri organ tubuh manusia dari sekitar 23 militan ISIS yang tidur di rumah sakit Niniwe. Apa yang telah dicuri dari para anggota (ISIS) termasuk ginjal, usus dan lebih banyak lagi, mereka dipindahkan di bawah kontrol ketat ke rumah sakit afiliasi (ISIS) di pinggiran kota,”
NINIWE -- Serangan intensif yang dilakukan pemerintah Irak dan Suriah dengan dibantu Rusia dan Iran untuk menumpas organisasi Islamic State (ISIS), membuat kelompok teror itu kini semakin terdesak di berbagai medan pertempuran, baik di Suriah maupun Irak. 

Untuk melemahkan pergerakan ISIS, Pasukan Irak dan Suriah memfokuskan serangan pada sumber-sumber pendanaan kelompok itu, terutama merebut kembali sejumlah kilang minyak yang sebelumnya dikuasai ISIS.

Tak ayal lagi, kini ISIS benar-benar kesulitan dana atau keuangan untuk membiayai kehidupan para anggotanya, maupun untuk membeli persenjataan. 


Ditambah lagi, pesawat tempur Rusia terus menjaga perbatasan Suriah dan langsung membombardir setiap ada konvoi bantuan yang dikirimkan sejumlah negara sponsor, terutama Turki, Arab Saudi dan Israel untuk membantu perjuangan ISIS.

Salah satu ide gila dan biadab yang dilakukan kelompok ISIS untuk menutupi defisit keuangan mereka adalah dengan menjual organ-organ tubuh para anggotanya yang tewas dalam pertempuran maupun anggota ISIS yang dianggap berkhianat maupun melarikan diri dari medan pertempuran.



Seperti dilaporkan media Irak, Iraq News, kelompok ISIS di Irak dilaporkan memanen organ tubuh 23 anggotanya sendiri yang tewas dan terluka. Organ-organ tubuh itu diambil untuk dijual demi menghasilkan uang tunai setelah ISIS mengalami kesulitan keuangan. Pengambilan organ tubuh itu terjadi di wilayah Niniwe, Irak, untuk dijual demi menghasilkan uang tunai.

”Unit medis khusus dari organisasi itu mencuri organ tubuh manusia dari sekitar 23 militan ISIS yang tidur di rumah sakit Niniwe. Apa yang telah dicuri dari para anggota (ISIS) termasuk ginjal, usus dan lebih banyak lagi, mereka dipindahkan di bawah kontrol ketat ke rumah sakit afiliasi (ISIS) di pinggiran kota,” tulis media Irak itu mengutip sumber di rumah sakit tersebut.

ISIS mengeksekusi puluhan anggotanya yang diangkap berkhianat dengan berusaha melarikan diri dari medan pertempuran. (Foto: Istimewa)
Sejumlah narasumber di lapangan yang meminta nama mereka dirahasikan mengatakan, bahwa kelompok teror itu memanfaatkan tubuh anggotanya yang tewas setelah serangan udara Suriah dan koalisi yang dipimpin Rusia memangkas sumber pendanaan ISIS.

”Ini terjadi setelah (ISIS) kehilangan mayoritas sumber pendanaan, terutama yang berkaitan dengan minyak mentah,” imbuh sumber tersebut, yang dikutip Daily Mail, Selasa (20/9/2016).


ISIS mengalami kesulitan keuangan setelah ladang minyak yang mereka diduduki diserang pasukan pemerintah Suriah dengan dibantu koalisi Rusia, Iran, Hizbullah dan ribuan pasukan paramiliter dari Afghanistan dan Pakistan. 

Analis senior IHS, Ludovico Carlino, dalam sebuah laporan menyatakan bahwa ISIS mendapatkan penghasilan dari penjarahan minyak, memungut pajak, menjual obat-obatan dan saat ini menyelundupkan organ tubuh manusia.

”ISIS masih merupakan kekuatan di wilayah tersebut, namun penurunan pendapatan ini penting, dan akan meningkatkan tantangan bagi kelompok itu untuk menjalankan wilayahnya dalam jangka panjang,” tulis Carlino.

Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan anggota ISIS yang terdesak di berbagai medan pertempuran, telah menyerahkan diri kepada pemerintah Suriah, dan sebagian anggota ISIS lainnya, telah lari dari medan perang dan kembali ke negaranya masing-masing.


Banyaknya anggota ISIS yang menyerahkan diri dan melarikan diri, membuat para komandan ISIS menerapkan hukuman yang sadis terhadap para mantan anggotanya tersebut.(*JU)

Sumber: Iraq News / Daily Mail

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER