Umat Islam Dibantai, Laskar Jihad Bergerak Turun ke Ambon - Jurnal Ummah
Load more

Umat Islam Dibantai, Laskar Jihad Bergerak Turun ke Ambon

Shares ShareTweet

Peristiwa pembantaian ribuan umat Islam yang dilakukan Laskar Kristen Ambon terjadi selama bertahun-tahun, akibat tidak adanya penanganan yang serius dari pemerintah pusat. Peristiwa ini akhirnya menyebar ke seluruh Indonesia dan membangkitkan kekuatan umat Islam dari seluruh pelosok negeri. (Foto: istimewa)
AMBON - Kerusuhan berdarah di Ambon yang terjadi secara berlarut-larut dan lama saat itu dipicu salah satunya, akibat lambatnya pemerintah pusat dalam menangani kasus ini. Gonjang-ganjing politik pada tahun 1997-1998, membuat seluruh perhatian masyarat Indonesia teralihkan. 

Apalagi saat memasuki lengsernya pemerintahan Presiden Soeharto dan peralihan kepemimpinan kepada wakil Presiden BJ Habibie, kasus pembantaian muslim di Ambon benar-benar terlupakan dari pemberitaan media massa nasional.
 
Presiden BJ Habibie, saat itu sempat menyatakan akan segera menyelesaikan kasus Ambon dengan adil, saat menerima utusan dari sejumlah tokoh muslim. 


Namun, masa pemerintahan BJ Habibie yang sangat singkat, lagi-lagi membuat penyelesaian kasus ini kembali tertunda dan umat Islam di Ambon terus berada dalam penderitaan berkepanjangan akibat pembataian yang dilakukan umat Kristen saat itu.

Terpilihnya Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disambut gegap gempita oleh seluruh umat Islam, yang meyakini akan adanya keadilan setelah itu, ternyata lagi-lagi "kecele." 


Gus Dur ternyata bukanlah pemimpin yang sensitif terhadap kondisi umat Islam, bahkan sebagian kalangan saat itu meyakini bahwa Gus Dur cenderung ingin mengkerdilkan kasus ini hanya menjadi kasus lokal Ambon saja.

Namun, seperti menyimpan bangkai busuk, kebiadaban pembantaian umat Islam di Ambon akhirnya tersiar juga ke seluruh Indonesia. Pada saat itu juga di pinggir-pinggir jalan di kota-kota besar seluruh Indonesia, sudah beredar rekaman video amatir dalam bentuk VCD yang diperjual-belikan, yang merekam pembantaian terhadap Umat Islam di Ambon.
Para warga muslim yang tewas dibantai kelompok massa Kristen dan Laskar Kristen lainnya di Desa Gurun, Kecamatan Tobelo, Maluku. (Foto: istimewa)
Umat Islam seluruh Indonesia resah dan marah. Media massa pun sudah mulai memberitakan kasus tersebut, walaupun dengan agenda yang bermacam-macam. Media massa Islam independen seperti majalah Sabili juga ikut berperan aktif dalam memberitakan isu Ambon, hampir setiap terbitan Sabili menjadikan isu Ambon sebagai tajuk utama. 

Pada saat yang sama selebaran gelap terus menyebar di seluruh pelosok Indonesia. Kekejaman Ambon menjadi pembicaraan rakyat.

Khusus di kalangan Umat Islam Indonesia, dalam waktu yang sangat singkat pula posko-posko relawan Jihad mulai dibuka diseluruh Indonesia. Posko-posko itu berhasil merekrut ribuan pemuda Muslim yang dalam waktu singkat dilatih untuk berangkat ke Ambon.

Peristiwa paling kolosal adalah terbentuknya embrio Laskar Jihad yang nantinya akan memiliki jumlah pasukan jihad terbesar setelah era kemerdekaan Indonesia. 


Dalam rangka menyikapi kondisi pembantaian Umat Islam di Maluku, Ustadz Ja’far Umar Thalib mengeluarkan resolusi Jihad di hadapan ribuan umat Islam pada acara tabligh akbar di Solo, Jawa Tengah, 14 Februari 1998.

Menanggapi semakin memanasnya kondisi ini, sejumlah tokoh Islam perwakilan dari beberapa organisasi massa Islam, akhirnya menemui Presiden Gus Dur di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut perwakilan Islam mendesak Gus Dur agar menyelesaikan kasus Ambon secepat mungkin secara adil, independen dan terbuka. 

Selain itu, perwakilan Islam juga memberikan ultimatum kepada pemerintah, bahwa jika dalam tiga bulan pembantaian muslim di Ambon tidak dihentikan, maka seluruh kekuatan Islam akan bergerak menuju Ambon.
Ustadz Ja’far Umar Thalib. (Foto: istimewa)
Gus Dur kemudian juga menunjuk Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menyelesaikan kasus Ambon, yang mana kemudian Megawati menunjuk lagi Prof. Dr Selo Sumardji sebagai penasehat Wapres untuk kasus Ambon. 

Tapi penunjukkan Megawati kurang mendapat sambutan dari kalangan Islam, yang pesimis Megawati mampu menyelesaikan kasus Ambon secara adil dan tuntas. Pasalnya Megawati telah dinobatkan sebagai Ina Ratu (Ibu Raja) oleh DPP PDI.P Maluku, yang merupakan ex Parkindo dan ex Partai Katolik.

Ditambah lagi saat mengunjungi Ambon pada tanggal 12 Desember 1999, untuk menyelesaikan kasus tersebut, Wapres Megawati ternyata mengeluarkan pernyataan, bahwa penyelesaikan konflik Ambon akan dilakukan rakyat Ambon dan Maluku sendiri, sedangkan Pemerintah Pusat hanya akan memberikan dorongan, dan hanya sebagai penasehat.


Menanggapi pernyataan dari rezim Gusdur tersebut, sebagian besar umat Islam saat itu meyakini bahwa pemerintah pusat tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan kasus Ambon yang telah terjadi lebih dari setahun itu secepat mungkin. 

Kemarahan umat Islam di seluruh Indonesia semakin memuncak. Hampir di seluruh Indonesia muncul posko-posko perjuangan yang menyatakan akan berangkat menuju Ambon untuk berjihad.

Guna meredam kemarahan umat Islam, terkait pembantaian muslim di Ambon, Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keputusan Presiden No. 88/2000 yang berisikan penetapan keadaan darurat sipil, di Propinsi Maluku dan Maluku Utara yang berlaku mulai pukul 00:00 WIT, Selasa 27 Juni 2000 dengan tujuan untuk mengamankan dan menyelesaikan konflik berdarah di daerah Propinsi Maluku dan Maluku Utara.

Pada acara tabligh akbar di Yogyakarta pada tanggal 30 Januari 2000, dideklarasikan berdirinya Laskar Jihad, sebagai tanggapan atas kekerasan agama antara kaum Muslimin dan Nasrani di Maluku. 


Laskar Jihad ini awalnya merupakan sayap paramiliter dari Forum Komunikasi Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (FKAWJ) yang didirikan dua tahun sebelumnya. FKAWJ secara formal didirikan oleh Ustad Ja’far Umar Thalib.
Umat Islam melakukan demosntrasi memprotes pembantaian muslim di Ambon oleh Laskar Kristen. Dan diamnya pemerintahan Gus Dur saat itu.
Laskar Jihad sebagai sayap paramiliter FKAWJ, mencerminkan struktur formal militer Indonesia terdiri dari brigade, batalion, kompi, peleton dan regu, dan bahkan memiliki badan intelejen sendiri. Ustadz Ja’far Umar Thalib ditunjuk sebagai Panglima Laskar Jihad,  dan didukung oleh komandan lapangan, yaitu Ali Fauzi dan Abu Bakar Wahid al-Banjari.

Pada 6 April 2000 Ustadz Ja'far Umar Thalib bersama seluruh muridnya mendeklarasikan akan berangkat ke Ambon, setelah melakukan Tabligh Akbar di stadiun Senyan dan dilanjutkan dengan latihan perang di Bogor yang dinamakan “Latihan Gabungan Nasional Laskar Jihad”. Dan beberapa bulan kemudian beliau mengutus 29 orang untuk pergi ke Ambon pertama kali.

Sejumlah alasan yang mendasari umat Islam menerjunkan Laskar Jihad saat itu adalah:

1. Kerusuhan di Ambon dari hari ke hari tidak menunjukan ke arah yag semakin membaik.


2. Korban dari kalangan muslim terus berjatuhan dan semakin banyak.


3. Keresahan dan kemarahan sudah tampak pada kaum muslimin di Indonesia, namun mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat.


4. Pemerintah tak berdaya menghadapi para perusuh tersebut yang dengan leluasa membunuh kaum muslimin di Ambon.


5. Sementara itu, kaum muslimin yang berada di luar Ambon hanya bisa berdemonstrasi dan sama sekali tidak meringankan beban mereka yang berada di Ambon.


Setelah terbentuknya Laskar Jihad, umat Islam dari sejumlah daerah tidak bisa begitu saja terjun langsung ke Ambon, akibat banyaknya kendala yang dihadapi. Namun, sejumlah pasukan Laskar Jihad dari wilayah Ternate, Makassar, Poso, Kendari, sudah lebih dulu tiba dan setidaknya cukup membantu meringankan penderitaan umat Islam di Ambon saat itu.

Sejumlah pertempuran pun berkobar, Laskar Kristen semakin kuat saat mendapatkan suplai senjata organik dari aparat kepolisian dan anggota TNI yang memihak kelompok Nasrani. Umat Islam Ambon saat itu benar-benar menunggu kiriman bantuan umat Islam dari seluruh Indonesia.

Baca Selanjutnya >>>

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER