Warga Inggris Ingin Tiru Sikap Toleransi Umat Islam di Indonesia - Jurnal Ummah
Load more

Warga Inggris Ingin Tiru Sikap Toleransi Umat Islam di Indonesia

Shares ShareTweet

Pertumbuhan pemeluk Islam di kerajaan Inggris menimbulkan Islamophobia di sebagian rakyatnya. Tak jarang kebencian terhadap pemeluk umat Islam di Inggris sampai menimbulkan korban jiwa di kalangan umat Islam. (Foto: Istimewa)
"Kita di sini untuk belajar bagaimana umat Islam di Indonesia menjaga toleransi dan pluralisme,"
LONDON -- Di tengah meningkatnya radikalisme yang saat ini menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi umat Islam secara global, kerukunan umat beragama di Indonesia membuat decak kagum kalangan internasional. Bukan tanpa alasan, Indonesia merupakan negara mayoritas pemeluk umat Islam terbesar di dunia.

Saat islamophobia meningkat di kawasan Amerika dan Eropa dengan selalu mengidentikkan Islam sebagai agama teror, kondisi tersebut terbantahkan dengan sikap damai dan penuh toleransi yang diperlihatkan umat Islam di Indonesia.

Bahkan kekaguman tersebut juga menjadi sorotan rakyat Inggris yang saat ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan umat Islam terbesar di Eropa.

Seperti di kutip dari republika.co.id, Imam Masjid Makkah Leeds di Inggris, Imam Qari Asim saat melakukan kunjungan ke Indonesia tak henti-hentinya memuji kerukunan umat beragama di Indonesia.

Imam Qari Asim, mengaku sangat penasaran akan kehidupan umat Islam di Indonesia, terutama dalam menjaga kerukunan dengan pemeluk agama lain. "Kita di sini untuk belajar bagaimana umat Islam di Indonesia menjaga toleransi dan pluralisme," kata Qari Asim, Senin (29/2).

Aksi kalangan sebagian rakyat Inggris yang anti terhadap Islam. (Foto: Istimewa)
Ia menjelaskan umat Islam di Inggris, memiliki berbagai persoalan yang sulit diselesaikan, seperti tentang integritas dan banyaknya paham keagamaan yang muncul.

Menurut Qari Asim, salah satu penyebab persoalan itu sulit untuk diselesaikan adalah masalah kepemimpinan, yang kurang bisa berhubungan dengan kaum muda Muslim.

Selain itu, Qari Asim merasa Indonesia senantiasa menawarkan sikap yang tenang, saat negara-negara lain memanas terhadap persoalan yang disangkutkan dengan Islam.

Ia menilai, sikap tersebut sesuai dengan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, saat berada di Madinah dan berdampingan dengan pemeluk agama lain.


Masalah Umat Islam di Inggris

Imam Qari Asim lebih lanjut mengungkapkan, salah satu masalah yang dihadapi umat Islam di Inggris, adalah indoktrinisasi yang menyerang kaum muda.

Bahkan, acap kali doktrin coba ditanamkan kepada pemuda mengajak Muslim Inggris, untuk bertindak tidak berdasarkan Al Qur'an dan Hadis. Selain itu, ia mengatakan banyak imam-imam yang ada di Inggris tidak memiliki latar belakang pendidikan yang memadai, serta datang dari negara-negara lain.

Imam Qari Asim saat bersama mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron. (Foto: Istimewa)
Akibatnya, lanjut Qari Asim, imam-imam itu akan membawa tradisi-tradisi Islam di negara asal mereka, yang tentu akan diajarkan ke umat Muslim di Inggris. "Mereka membawa identitas Islam dari asal mereka ke umat Islam Inggris," kata Qari Asim, Senin (29/2).

Sementara Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, umat Islam di Indonesia juga menghadapi permasalahan doktrinisasi di kalangan muda. Ia berpendapat, kaum muda yang tengah mencari identitas akan mudah terpengaruh, dengan interpretasi Islam yang berasal dari luar.

Ia menerangkan, langkah yang diambil umat Islam di Indonesia menghadapi persoalan itu adalah dengan menerima nilai yang berbeda dari Islam, salah satunya lewat Pancasila.

Umat Islam di Indonesia, lanjut Dahnil, menganggap Pancasila sebagai aplikasi dari syahadat, sehingga umat Islam di Indonesia mampu menangkis paham radikalisme. "Kami selalu mencoba menerima value Islam yg berbeda untuk mempersatukan, misal lewat Pancasila," ujar Dahnil. (*JU)

Sumber: Republika

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER