PBB: Myanmar Terbukti Lakukan Genosida Terhadap Muslim Rohingya - Jurnal Ummah
Load more

PBB: Myanmar Terbukti Lakukan Genosida Terhadap Muslim Rohingya

Shares ShareTweet

Para etnis muslim Rohingya terpaksa mengungsi untuk menghindari kejaran tentara Myanmar. (Foto: AP / Bernat Armangue)
RAKHINE -- Seakan mulai dilupakan oleh masyarakat dunia, muslim Rohingya di Myanmar hingga kini masih dalam kondisi mengenaskan. Para penyelidik PBB yang tergabung dalam misi pencari fakta mengatakan Muslim Rohingya di Myanmar masih mengalami genosida dan meminta kasus ini dibawa ke pengadilan internasional.

Marzuki Darusman, ketua Misi Pencari Fakta PBB untuk Myanmar mengatakan, selain pembunuhan massal, konflik ini meliputi pengasingan populasi, pencegahan kelahiran dan penelantaran di kamp-kamp.

"Genosida masih berlangsung. Kami berpendapat bahwa niat genosida bisa dibuktikan," ujarnya dalam jumpa pers setelah menyerahkan laporan ke Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir dari cnnindonesia.com.

Laporan setebal 444 halaman yang pertama kali diumumkan bulan lalu itu meminta Dewan Keamanan PBB untuk membawa masalah ini ke Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, atau mendirikan pengadilan adhoc seperti yang pernah dilakukan dalam kasus bekas negara Yugoslavia.

Laporan keras ini menyebut bahwa jenderal-jenderal Myanmar, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Min Aung Hlaing, harus diperiksa dan diadili dengan tuduhan genosida di negara bagian Rakhine.

Myanmar menolak tuduhan bahwa militer negara ini melakukan kekerasan dalam operasi militer tahun lalu yang menyebabkan 390 desa porak poranda, 10 ribu Muslim Rohingya tewas dan 720 ribu Muslim Rohingya lainnya mengungsi ke Bangladesh.

Upaya pemulangan para pengungsi ke Myanmar akan menyebabkan lebih banyak korban. "Tidak ada kondisi aman, pantas dan bisa bertahan lama bagi warga Rohingya di Bangladesh kembali ke Myanmar," kata mantan Jaksa Agung Indonesia tersebut.

Sidang Dewan Keamanan diminta oleh negara-negara Barat tetapi ditentang oleh China dan Rusia yang memiliki hubungan baik dengan militer Myanmar dan terus-menerus melindungi negara itu dari kritik.

Desa-desa muslim Rohingya di wilayah Rakhine yang telah rata dengan tanah setelah dibakar dan dihancurkan oleh militer Myanmar dan para militan Budha. (Foto: Istimewa)
Myanmar bersikeras bahwa kekerasan di Rakhine dipicu oleh kelompok ekstrimis Rohingya yang menyerang pos penjagaan perbatasan pada Agustus 2017. Militer menyangkal hampir semua tuduhan genosida ini dengan mengatakan bahwa "operasi pembersihan" saat itu perlu dilaksanakan untuk memerangi militan Rohingya.

Tetapi misi pencari fakta PBB melaporkan bahwa kekerasan dilakukan dengan niat menghancurkan Rohingya. Misi PBB ini menemukan bahwa taktik militer "konsisten dan sangat tidak seimbang dengan ancaman keamanan sebenarnya". 


PBB juga mengatakan bahwa upaya Myanmar menutupi fakta telah memperburuk situasi bagi kaum Muslim Rohingya.

Namun, alih-alih menghantikan pembantaian, Pemerintah Myanmar justru mempertanyakan independensi misi pencari fakta PBB dan menegaskan pihaknya telah membentuk komisi penyelidikan independen yang terdiri dari para diplomat negara-negara Asia. (ju)

Tags

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Shares ShareTweet
advertisement centil

Jurnalummah.com adalah portal berita dan informasi seputar dunia Islam dari dalam dan luar negeri.Seluruh materi dalam situs Jurnalummah.com bebas copy untuk keperluan non-komersial dan referensi, dengan mencantumkan sumbernya (Jurnalummah.com). Anda bisa turut berpastisipasi dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Editor Picks

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER